Penelitian ini menganalisis kesiapan agen dalam proses clearance out kapal melalui sistem Inaportnet pada PT Tempuran Mas (TEMAS Line) Cabang Tanjung Priok. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka selama empat bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses clearance out telah mengikuti tahapan Inaportnet, tetapi belum optimal. Kendala utama meliputi gangguan jaringan internet 32%, server Inaportnet down 27%, antrean approval instansi 19%, keterlambatan dokumen principal 16%, dan kesalahan input agen 6%. Kesiapan agen secara umum cukup baik, namun masih diperlukan peningkatan kemampuan troubleshooting, kompetensi SDM, SOP digital, dan koordinasi antarinstansi. Optimalisasi clearance out memerlukan penguatan kesiapan internal perusahaan serta sinkronisasi dengan instansi pelabuhan, pengelola Inaportnet, dan principal. This study analyzes the readiness of shipping agents in carrying out the vessel clearance out process through the Inaportnet system at PT Tempuran Mas (TEMAS Line), Tanjung Priok Branch. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected over four months through observation, interviews, documentation, and literature review. The results show that the clearance out process has followed the Inaportnet procedures but has not yet been fully optimized. The main constraints include internet network disruptions at 32%, Inaportnet server downtime at 27%, agency approval queues at 19%, delayed documents from principals at 16%, and agent input errors at 6%. Overall, agent readiness is fairly good, but further improvements are needed in troubleshooting skills, staff competence, digital SOPs, and inter-agency coordination. Optimizing the clearance out process requires stronger internal readiness and better synchronization with port authorities, Inaportnet administrators, and principals.
Copyrights © 2026