Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi Masjid Jami’ Karangmojo di Kabupaten Karanganyar sebagai pusat dakwah dan pendidikan Islam dari sistem tradisional menuju pendidikan formal modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis-kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak didirikan pada abad ke-19, Masjid Jami’ Karangmojo tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan Islam, dakwah, musyawarah, dan pembinaan sosial masyarakat. Sistem pendidikan yang semula berbasis pengajian tradisional, pembelajaran Al-Qur’an, dan kajian kitab kuning kemudian berkembang menjadi lembaga pendidikan formal seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Proses modernisasi tersebut berlangsung secara bertahap tanpa menghilangkan nilai-nilai pendidikan Islam tradisional. Berbagai tradisi keagamaan seperti yasinan, tahlilan, sima’an Al-Qur’an, serta unsur arsitektur tradisional Jawa tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas sosial dan budaya masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa modernisasi pendidikan Islam dapat berjalan selaras dengan pelestarian tradisi lokal, sehingga masjid tetap relevan sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan penguatan kehidupan sosial masyarakat.
Copyrights © 2026