Kesehatan mental peserta didik menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi kesiapan sekolah (school readiness) serta keberhasilan proses pembelajaran di jenjang sekolah menengah kejuruan. Guru bimbingan dan konseling (BK) memiliki peran strategis dalam mengenali gejala awal permasalahan psikologis siswa, namun masih menghadapi keterbatasan kompetensi dalam pelaksanaan deteksi dini berbasis asesmen. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru BK melalui workshop deteksi dini kesehatan mental siswa. Program dilaksanakan kepada 50 guru BK SMK di Jakarta Timur melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pelatihan, praktik penggunaan instrumen skrining, pendampingan, dan penguatan keberlanjutan program. Workshop melibatkan mitra internasional dari Batangas State University, Filipina, serta memanfaatkan teknologi digital dalam layanan BK. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa seluruh tahapan utama program terlaksana dengan baik dan memperoleh dukungan aktif dari mitra lokal maupun internasional. Program ini menghasilkan peningkatan kapasitas guru BK dalam melakukan identifikasi kesiapan sekolah siswa SMK dan persentase kesiapan sekolah siswa hingga pelaporan secara digital dari guru BK SMK di Jakarta Timur. Hasil dari kegiatan ini dapat menjadi acuan penyusunan RPL BK SMK di Jakarta Timur dan program BK dalam meningkatkan kesiapan sekolah siswa SMK di Jakarta Timur.
Copyrights © 2026