Keluarga merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter dan perkembangan anak, di mana kehadiran figur ayah memiliki peran yang sangat krusial bagi aspek emosional, sosial, dan moral. Namun, fenomena ketiadaan figur ayah atau istilah fatherless baik secara fisik maupun psikologis semakin marak terjadi di Indonesia, termasuk lingkungan pendidikan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang menjadi penyebab terjadinya fatherless, dampak, serta pola interaksi anak usia dini di TK Al-Kautsar. Penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif, data di kumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru kelas, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor utama fatherless yang terdiri dari perceraian, kematian, pekerjaan ayah di luar kota, serta budaya patriarki yang mengakibatkan adanya batasan anatara ayah dalam pengasuhan pada anak. Dampak yang teridentifikasi antara lain rendahnya kepercayaan diri, kesulitan ekspresi emosional, ketergantungan tinggi pada figur otoritas, serta kecenderungan menarik diri dari interaksi sosial. Pola interaksi anak fatherless ditandai dengan hambatan dalam membangun hubungan dengan teman sebaya dan kebutuhan akan validasi emosional yang lebih intensif. Kata Kunci: Fatherless, Anak Usia dini, Patriarki
Copyrights © 2026