Ikan gurame merupakan komoditas perikanan asli Indonesia yang memiliki nilai strategis dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah Jember. Kendati demikian, pembudidaya masih menghadapi kendala serius berupa tingginya angka kematian pada tahap pembenihan. Fase awal ini sangat rentan dan keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh variabel lingkungan seperti konsistensi pemberian pakan, stabilitas suhu, serta kualitas air kolam. Berdasarkan permasalahan tersebut, integrasi teknologi melalui sistem monitoring budidaya menjadi solusi inovatif yang diperlukan. Inovasi ini hadir untuk mengotomatisasi aktivitas pemberian pakan, pemantauan suhu, dan pengelolaan sirkulasi air secara mandiri. Keunggulan utama dari teknologi ini adalah kemampuannya dalam melakukan pengurasan air secara otomatis guna menjaga kebersihan lingkungan biotik ikan. Penerapan sistem ini baik dalam mempercepat laju pertumbuhan benih gurame, terutama pada rentang usia satu hingga tiga bulan, karena kualitas air yang terjaga berkorelasi langsung dengan kesehatan benih. Melalui digitalisasi ini, diharapkan efektivitas operasional pembudidaya meningkat, risiko kegagalan pada tahap awal dapat diminimalisir, dan target peningkatan pendapatan petani dapat tercapai secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026