cover
Contact Name
Ipung Dwiansyah
Contact Email
ipungdwiansyah@unmuhjember.ac.id
Phone
+6282336655599
Journal Mail Official
sutikno@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata No 49. Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM)
ISSN : 26851814     EISSN : 26857677     DOI : https://doi.org/10.32528/elkom
Core Subject :
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) with p-ISSN : 2685-1814 dan e-ISSN : 2685-7677 Published by Universitas Muhammadiyah Jember and managed by the Electrical Engineering Study Program, Universitas Muhammadiyah Jember. ELKOM is published twice a year, namely in March and September. Articles published in Indonesian or English format are the result of research or analysis in the field of science and technology, especially Electrical Engineering and Computing Systems with the following topics: Artificial Intelligence Decision Support Systems Internet of Things Power Systems Computer Architecture Vision Computers Electronics Engineering Systems on a Chip Electrical Engineering Control Systems Wireless Technologies Modulation and Signal Processing Microelectronic Systems Other topics relevant to the field of Electrical Engineering and Computing Systems
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Sistem Pendeteksian Cabang Pohon Sengon Berbasis Artificial Intelligence Dengan Arsitektur YOLOV4 Ananda Hanif Parikesit; Zein Hanni Pradana; Wahyu Pamungkas
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v8i1.3800

Abstract

Pohon sengon sebagai komoditas kehutanan bernilai ekonomis tinggi membutuhkan batang yang lurus dan minim percabangan untuk memenuhi standar industri. Namun secara alami, pohon ini cenderung mengalami percabangan lateral berlebihan yang menyebabkan penurunan kualitas kayu akibat terbentuknya mata kayu dan deformasi batang. Teknik pemangkasan manual yang selama ini digunakan sering kali terlambat mendeteksi pertumbuhan cabang, sehingga cabang sudah terlalu besar saat dipangkas dan mengganggu pertumbuhan batang utama. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini mengembangkan sistem pendeteksian cabang berbasis Artificial Intelligence (AI) menggunakan arsitektur You Only Look Once version 4 (YOLOv4). Sistem ini bertujuan untuk mendeteksi pertumbuhan cabang pohon sengon secara otomatis, sehingga proses pemangkasan dapat dilakukan lebih awal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model YOLOv4 dengan konfigurasi learning rate 0.01, batchsize 64, dan subdivisions 32 mampu mencapai presisi 99% dan recall 99%. Dalam uji realatime, sistem berhasil mendeteksi cabang dengan akurasi sempurna (100%) pada jarak 1–1.5 meter, meskipun akurasinya menurun seiring peningkatan jarak.
Analisis Unjuk Kerja pada Saluran Udara Transmisi Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) terhadap Variasi Derajat Kompensasi Agung Budi Muljono; Sultan Sultan; Muhammad Rivaldi Harjian
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v8i1.3810

Abstract

The Extra High Voltage Transmission Line (EHV-TL) plays a crucial role in ensuring the continuity and stability of long-distance electric power systems. Nevertheless, a major operational challenge of EHV-TL lies in the variation of voltage profiles along the transmission line, which may result in overvoltage or under voltage conditions, particularly during light load scenarios and with exceptionally long transmission distances. This research investigates the behavior of voltage profiles on EHV-TL in relation to varying levels of capacitive and inductive compensation. The analysis is conducted through simulations of a 500 kV transmission system spanning 300 kilometers, using MATLAB software. The compensation degree is varied from 0% to 100% to assess its influence on voltage stability. The results indicate that optimal reactive compensation significantly enhances voltage profile stability and mitigates the risk of overvoltage. The ideal range of compensation is identified between 60% and 80%, depending on the load conditions, with a voltage regulation setting of 0.97789% shown to improve system stability. Conversely, compensation levels exceeding 80% may result in overcompensation and lead to system imbalance.
Analisa Pemasangan Arrester Pada Trafo Penyulang Meureubo ULP Meulaboh Kota Nurlaila Amna; Teuku Murisal Asyadi; T. Mahmuda Rahmat R
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v8i1.3892

Abstract

Pada sistem pembangkit tenaga listrik PT. PLN (Persero) area Meulaboh memiliki elemen penting dalam menyuplai tenaga listrik, yaitu sistem jaringan distribusi. Komponen yang paling rentan terkena gangguan petir pada jaringan distribusi adalah trafo, maka diperlukan penangkal petir, yaitu arrester. Arrester pada trafo distribusi PT. PLN (Persero) ULP Meulaboh Kota berfungsi untuk menangkap dan mengamankan trafo dari gangguan surja petir dan memberikan perlindungan pada trafo dari tegangan lebih. Permasalahan yang diangkat pada penelitian ini adalah berapa jarak pemasangan arrester dengan peralatan dan bagaimana karakteristik kerja arrester dalam memproteksi trafo pada gardu distribusi penyulang Meureubo ULP Meulaboh Kota. Yang menjadi tujuan utama dari penelitian ini adalah, untuk mendapatkan jarak pemasangan arrester dengan peralatan dan mengetahui karakteristik kerja arrester dalam memproteksi trafo pada gardu distribusi penyulang Meurebo ULP Meulaboh Kota. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan observasi lansung kelapangan dan pengumpulan data, serta melakukan perhitungan dengan formula sistematis. Hasilnya jarak maksimum lightning arrester (LA) terhadap transformator sesuai dengan karakteristik kerja arrester pada tegangan trafo 20 kV maka jarak pemasangan arrester yang harus dilakukan sebesar 0,66 meter, dengan kapasitas trafo daya sebesar 50 kVA, 160 kVA dan 250 kVA maka jarak perlindungan arrester terhadap peralatan yang dilindungi tersebut sebesar 4,86 m, 21,36 m, dan 34,86 m. Sedangkan pada tegangan trafo 30 kV maka jarak pemasangan arrester yang harus dilakukan sebesar 0,99 meter, dengan kapasitas trafo daya sebesar 50 kVA, 160 kVA dan 250 kVA maka jarak perlindungan arrester terhadap peralatan yang dilindungi tersebut sebesar 3,54 m, 20,04 m, dan 33,54 m, sehingga penempatan dan penyambungan arrester masih dalam kondisi yang baik. Faktor perlindungan arrester juga dipengaruhi oleh besar kecilnya tegangan trafo karena faktor perlindungan arrester yang baik terhadap trafo minimal adalah 20 % dari TID.
Evaluasi Kinerja Transformator Distribusi: Ketidakseimbangan Beban pada Siang dan Malam Hari Rusliadi; Yualianto La Elo; Nurul Husnah; Naomi Lembang; Herman HR
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v8i1.3956

Abstract

Transformator distribusi merupakan salah satu komponen penting dalam menyalurkan tenag alistrik ke pelanggan. Masalah yag sering muncul pada traformator distribusi adalah terjadinya ketidaseimbangan beban akibat perbedaan pembebanan pada setiap fasa pada trafo yang mengakibatkan terjadinya arus pada fasa netral serta menurunnya efisiensi pada trafo tersebut. Pada penelitian ini telah dilakukan evaluasi kinerja pada traformator distribusi dengan melakukan analisis terhadap pembebanan pada trafo serta persentase ketidakseimbangan pembebanan antar fasa pada sisi sekunder trafo. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan diketahui bahwa tranformator pada penyulang wagom memiliki kinerja yang baik. Hal ini dapat dilihat dari Health Indeks pembebaban pada trafo FFK 112 sebesar 36,38% pada siang hari dan pada malam hari sebesar 60,4%. sedangkan Health Index pembebanan pada trafo FFK 025 jalur 1 sebesar 19% pada siang hari dan pada malam hari sebesar 31,63%. sementara untuk jalur 2 sebesar 23,46% untuk siang hari dan 38,89% pada malan hari. Sementara itu persentase ketidakseimbangan beban pada trafo FFK 112 sebesar 3,32% pada siang hari dan pada malam hari sebesar 4,5%. Untuk persentase ketidakseimbangan beban pada trafo FFK 025 jalur 1 sebesar 4,5% pada siang hari dan pada malam hari sebesar 5,1%. sementara pada jalur 2 persentase ketidakseimbangan beban sebesar 18,3% pada siang hari dan pada malam hari sebesar 12%.
Rancang Bangun Alat Penggiling Pati Singkong Menggunakan Motor Induksi 1 Fasa Renaldi; Aris Suryadi; Agustini Rochdiah Machdi
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v8i1.4021

Abstract

The process of making tapioca flour in small and medium industries is still largely done manually, especially in the stage of grinding cassava starch which requires great effort and a long time. This research aims to design and test a starch crushing tool using a single-phase induction motor to achieve efficient time in the starch crushing process in the production of tapioca flour. The test results show that the device is able to effectively destroy starch compared to manual tools; for 2,5 kg of starch sediment, the crushing time yields a work efficiency of up to 81.89%, for 5 kg of starch sediment the crushing time produces a work efficiency of 52.08%, and for 7 kg of starch sediment, the crushing time achieves a work efficiency of 64.70% at percentages between 70% to 100%. However, at a load of 7 kg, the device can only operate at speed settings of 80% to 100%, because at 70% the induction motor experiences overload resulting in a current spike of 6.50 A. This tool can be an efficient solution to enhance the productivity of small and medium-sized industries in the process of starch sedimentation.
Klasifikasi gerakan jari menggunakan Elektroensefalogram (EEG) berbasis Deep Evolving Denoising Autoencoder (DEVDAN) Widhi Winata Sakti; Siti Tsaniyatul Miratis Sulthoniyah; Sutikno
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v8i1.4206

Abstract

Persons with disabilities often face limitations in interacting with their environment, thereby requiring brain-computer interface (BCI) technology capable of translating brain signals into commands. Electroencephalogram (EEG) signals used in BCI are complex, non-stationary, and highly susceptible to noise, making the classification of brain activity patterns challenging. This study addresses the problem of improving the accuracy and efficiency of EEG classification while preserving the dominant information within the signals. The novelty of this research lies in the application of the Deep Evolving Denoising Autoencoder (Devdan) algorithm integrated with a comprehensive preprocessing pipeline, including Notch and Bandpass (7–13 Hz) filtering, windowing, standard scaling, and dimensionality reduction using Principal Component Analysis (PCA). This integration enables Devdan to operate more effectively on cleaner and reduced data. Experimental results demonstrate an average classification accuracy of 96.13%, with a loss of 0.83 and a short training time of 2.05 seconds. Devdan proved to be adaptive to variations among respondents with consistent and stable outcomes. These findings indicate that the proposed approach is effective for real-time EEG classification and has strong potential to support the development of BCI technology for persons with disabilities in communication and device control.
Battery Management System Design Using Buck–Boost Converter with PID Control: Desain Sistem Manajemen Baterai Menggunakan Buck–Boost Converter dengan Kendali PID R. Akbar Nur Apriyanto; Mohammad Erik Echsony; Ibra Satriatama; Andhika Putra Widyadharma; Imam Junaedi; Adiratna Ciptaningrum; R. Gaguk Pratama Yudha; Rossanti Dwi Hapsari; Haykal Puguh Pratama
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v8i1.4213

Abstract

Sistem Manajemen Baterai (Battery Management System/BMS) merupakan komponen utama dalam menjaga efisiensi, keamanan, dan umur panjang baterai, khususnya pada aplikasi seperti kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi. Penelitian ini merancang BMS yang dilengkapi dengan Buck–Boost Converter berbasis kontrol Proportional-Integral-Derivative (PID) untuk mengoptimalkan kinerja baterai, dengan tujuan menghasilkan tegangan keluaran yang stabil sesuai dengan nilai referensi yang diinginkan. Konverter dirancang agar dapat beroperasi pada mode penurun tegangan (buck) maupun penaik tegangan (boost) sesuai dengan kondisi masukan, dan sistem dikembangkan menggunakan dua pendekatan kontrol: open-loop dan closed-loop. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode open-loop tidak dapat secara konsisten mencapai tegangan keluaran target sebesar 15 V, sehingga memerlukan penyesuaian duty cycle sebesar 5%, sedangkan metode closed-loop dengan kontrol PID berhasil mencapai error tegangan kurang dari 5%, yang menunjukkan kestabilan yang baik terhadap gangguan dan perubahan beban. Selain itu, penerapan kontrol PID pada konfigurasi Buck Converter berhasil menurunkan tegangan dari 18 V menjadi 15 V dengan error sekitar 3%.
Studi Eksperimen Filter Low-Pass Aktif Butterworth pada Variasi Intensitas Cahaya dalam Rangkaian Pembagi Tegangan Aktif Menggunakan Transformasi Fourier Farda Mariam Al Jamilah; Alipia Pebrian; Ranu Abiyyu Ramadhani; Luxe Oktafia Permadani; Sulthon Muakhor Arifin
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v8i1.4320

Abstract

This study analyzes the performance of a Butterworth active low-pass filter and a voltage divider circuit using Laplace Transform and Fourier Transform approaches validated through MATLAB/Simulink simulations. An RC-circuit-based Butterworth active low-pass filter with an operational amplifier and a 110 V DC input shows that the dominant capacitor impedance at low frequencies keeps the intermediate voltage close to the input value. The op-amp configuration produces a gain of approximately 2.5 times, while the frequency response displays maximum gain at low frequencies and damping at high frequencies with a cutoff frequency in the kHz range. Fourier Transform is used to emit a sinusoidal signal in a voltage divider circuit with inductive components. The output signal has the same waveform and frequency as the input signal, but its amplitude is reduced to approximately 0.258 times the input amplitude according to the resistance ratio. Frequency domain analysis shows energy concentration at the fundamental frequency, and the inverse Fourier successfully reconstructs the original signal. MATLAB simulations show high agreement with theoretical calculations.
Sistem Monitoring Ketinggian Debit Air Pada Sistem Saluran Irigasi Menggunakan Sensor Ultrasonik Muhammad Ifan Saputra; F.X. Arinto Setyawan; Nadia Julian Putri; Awansah; Arya Adhitama Al Abyan
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v8i1.4324

Abstract

Sistem irigasi memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan pasokan air bagi lahan pertanian. Ketidaksesuaian debit air dapat menyebabkan kelebihan atau kekurangan air yang berdampak pada penurunan produktivitas tanaman. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem monitoring ketinggian debit air pada saluran irigasi menggunakan sensor ultrasonik berjenis JSN-SR04T yang terintegrasi dengan mikrokontroler Mappi32 sebagai unit pemroses dan OLED Display sebagai media tampilan hasil pengukuran. Sensor ultrasonik berjenis JSN-SR04T berfungsi untuk mendeteksi jarak permukaan air terhadap sensor, kemudian data diolah oleh Mappi32 dan ditampilkan secara real-time. Pengujian dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran sistem terhadap pengukuran manual pada beberapa variasi ketinggian air untuk memperoleh nilai rata-rata error. Nilai rata-rata error yang dihasilkan sebesar 0,041%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja secara akurat dengan tingkat kesalahan pengukuran yang rendah. Implementasi sistem ini diharapkan dapat membantu petani dalam mengontrol debit air secara efisien.
Analisis Kinerja Mesin Kompresor Untuk Proses Produksi di PT. Surya Toto Indonesia Tiara Pramesti Wulandari; Suhendar
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v8i1.4412

Abstract

Efisiensi dan keandalan sistem udara tekan menjadi faktor kritis dalam menjaga produktivitas industri manufaktur modern. Penelitian ini membahas analisis kinerja mesin kompresor Kaeser Sigma CSDX 137 yang digunakan dalam proses produksi di PT. Surya Toto Indonesia Tbk. Kompresor memiliki peran penting dalam menyediakan udara tekan untuk mengoperasikan sistem pneumatik di lini produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi aktual kompresor berdasarkan parameter tekanan udara, suhu operasi, dan konsumsi daya listrik, serta untuk memberikan rekomendasi perawatan agar efisiensi energi tetap terjaga. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi langsung, wawancara dengan teknisi lapangan, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan udara berada pada kisaran 7,6–8,0 bar, suhu udara keluar 75–85°C, dan daya listrik sekitar 75 kW, yang masih sesuai dengan standar pabrikan. Sistem auto load–unload berfungsi dengan baik, menyesuaikan suplai udara dengan kebutuhan produksi. Meskipun suhu oli meningkat pada jam kerja siang, nilai tersebut masih dalam batas aman. Secara keseluruhan, kompresor bekerja dengan stabil, efisien, dan andal, serta mendukung kelancaran proses produksi. Diperlukan perawatan berkala pada sistem pendingin dan filter oli untuk menjaga performa optimal mesin

Page 1 of 2 | Total Record : 19