Pendahuluan: Desa Labat Muara masih menghadapi berbagai masalah kesehatan ibu dan anak. Hasil pengkajian menunjukkan 16,7% balita mengalami stunting, 20% tidak rutin ditimbang di Posyandu, dan 16,7% bayi tidak mendapatkan ASI eksklusif. Berdasarkan skoring, balita berisiko mengalami stunting menjadi prioritas utama dengan skor 18. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi dan pemantauan pertumbuhan balita. Metode: Pengabdian kepada masyarakat menggunakan pendekatan pemecahan masalah berbasis komunitas melalui pengkajian, identifikasi masalah, penentuan prioritas, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Data diperoleh melalui kunjungan rumah, observasi, wawancara, dokumentasi, dan data desa. Intervensi meliputi penyuluhan pencegahan stunting, demonstrasi pembuatan MP-ASI berbahan pangan lokal, serta edukasi pentingnya Posyandu. Hasil: Kegiatan terlaksana tanpa hambatan. Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang pencegahan stunting, kemampuan mempraktikkan pembuatan MP-ASI berbahan pangan lokal, serta pemahaman pentingnya pemantauan tumbuh kembang melalui Posyandu. Kesimpulan: Edukasi dan demonstrasi pangan lokal meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam mendukung pencegahan stunting. Kegiatan dilanjutkan melalui edukasi berkala dan pendampingan kader di Posyandu.
Copyrights © 2026