Benih sawi caisim (Brassica Juncea L.) kedaluwarsa umumnya mengalami penurunan viabilitas dan vigor. Pemberian zat pengatur tumbuh alami dari bonggol pisang dan air kelapa berpotensi memperbaiki kondisi fisiologis benih kedaluwarsa. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian filtrat bonggol pisang dan air kelapa terhadap invigorasi benih dan pertumbuhan tanaman sawi caisim kedaluwarsa. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 6 konsentrasi filtrat. Parameter yang diamati perkecambahan (daya berkecambah, indeks vigor, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh) dan pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun, biomassa, panjang akar). Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dan uji lanjut Duncan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian filtrat bonggol pisang dan air kelapa berpengaruh terhadap invigorasi benih dan pertumbuhan tanaman (sig>0,05). Perlakuan B (75% filtrat bonggol pisang+25% air kelapa) merupakan perlakuan terbaik pada parameter perkecambahan, dengan nilai tertinggi pada daya berkecambah (94±0,019%), indeks vigor (87±0,043%), kecepatan tumbuh (92±0,064%/etmal), namun belum optimal pada parameter keserempakan tumbuh. Perlakuan A (100% filtrat bonggol pisang+0% air kelapa) merupakan perlakuan terbaik pada parameter pertumbuhan, dengan nilai tertinggi pada tinggi tanaman (17,7±0,34 cm), jumlah daun (9,06±0,65 helai), biomassa (29,5±2,20 gram), panjang akar (24,7±1,48 cm).
Copyrights © 2026