Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam menangani siswa berisiko hambatan belajar melalui penerapan supervisi klinis dengan pendekatan kolaboratif. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas delapan guru di SMP Negeri 2 Malinau Selatan Hulu. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kompetensi pedagogik guru dianalisis berdasarkan lima indikator, yaitu kemampuan mengidentifikasi karakteristik dan kebutuhan siswa, melakukan asesmen diagnostik, merancang pembelajaran adaptif, melaksanakan pembelajaran secara responsif, serta melakukan evaluasi dan tindak lanjut. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk melihat perkembangan kompetensi guru pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kompetensi pedagogik guru pada kondisi awal sebesar 68,06 dengan kategori cukup, meningkat menjadi 77,43 dengan kategori baik pada Siklus I, dan meningkat kembali menjadi 88,19 dengan kategori sangat baik pada Siklus II. Peningkatan keseluruhan dari kondisi awal hingga Siklus II mencapai 20,13 poin. Capaian tersebut menunjukkan bahwa penerapan supervisi klinis kolaboratif dapat mendukung peningkatan kompetensi pedagogik guru, terutama dalam memahami kebutuhan siswa, merancang pembelajaran yang adaptif, melaksanakan pembelajaran yang responsif, serta melakukan evaluasi dan tindak lanjut. Dengan demikian, supervisi klinis kolaboratif dapat digunakan sebagai strategi pengembangan profesional guru yang berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran bagi siswa yang berisiko mengalami hambatan belajar.
Copyrights © 2026