Penelitian ini bertujuan menganalisis profil kondisi fisik atlet pencak silat di Jawa Tengah, dengan fokus pada komponen utama seperti kekuatan, daya tahan, kecepatan, kelincahan, dan kelenturan menjadi fokus penelitian ini. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan secara jelas objek atau subjek yang diteliti. Penelitian ini juga berharap dengan penelitian ini pelatih dapat lebih sadar dengan adanya pengontrolan kondisi fisik atlet. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif persentase (%). Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah atlet pelajar PPLOP Pencak Silat Jawa Tengah Tahun 2025 yang berjumlah 14 atlet. Berdasarkan hasil analisis komponen fisik terkuat atlet male adalah kelincahan dan daya tahan (VO2max) yang keduanya masuk kategori "baik sekali" (67%), didukung oleh daya ledak tungkai yang juga "baik sekali" (33%) serta kecepatan (3,12 detik), kelentukan (37,67cm), dan kekuatan dalam kategori "baik"(45,33). Sementara itu, pada atlet female, kelincahan dalam kategori "baik sekali" (86%) dan kekuatan lengan mendominasi dengan kategori "baik sekali"(77%), kelentukan (39.79cm), daya tahan (VO2max) memiliki kategori "baik" (29%), kecepatan (3,39 detik), dan daya ledak otot tungkai kategori ”cukup" (203,43). Kesimpulan dalam penelitian ini secara keseluruhan, kondisi fisik atlet PPLOP Pencak Silat Jawa Tengah telah berada pada tingkat yang memadai untuk menunjang performa latihan dan pertandingan.
Copyrights © 2025