Penjaminan mutu Pendidikan Agama Islam (PAI) perlu menjaga dua tuntutan sekaligus: kepatuhan terhadap standar pendidikan dan keterwujudan tujuan substantif pendidikan Islam. Artikel ini merupakan kajian konseptual yang mengkritisi kemungkinan reduksi mutu menjadi kepatuhan administratif dan menawarkan Maqāṣid al-Syarī‘ah sebagai kerangka teleologis untuk melengkapi sistem penjaminan mutu yang telah berjalan. Analisis dilakukan melalui telaah konseptual atas regulasi penjaminan mutu pendidikan, literaturquality assurance, serta literatur klasik dan kontemporer tentang maqāṣid. Rekonstruksi yang dihasilkan tidak mengganti standar nasional, tetapi menambahkan lapisan indikator substantif pada tingkat program/proses PAI: ḥifẓ al-dīn diterjemahkan ke dalam mutu teologis-spiritual; ḥifẓ al-nafs ke dalam keamanan dan kepedulian kemanusiaan; ḥifẓ al-‘aql ke dalam literasi dan nalar kritis; ḥifẓ al-nasl ke dalam perlindungan dan pembentukan karakter keluarga-sosial; dan ḥifẓ al-māl ke dalam integritas serta literasi muamalah. Setiap dimensi dilengkapi indikator operasional, sumber bukti, cara ukur, dan kriteria awal yang dapat diuji lebih lanjut. Integrasi tersebut ditempatkan dalam siklus PPEPP sehingga evaluasi tidak berhenti pada keberadaan dokumen, melainkan menilai bukti kinerja, prosesinternalisasi nilai, dan dampak pendidikan. Kerangka ini menempatkan Maqāṣid al-Syarī‘ah sebagai lapisan pengarah mutu, bukan sebagai pengganti regulasi, serta membuka agenda penelitian empiris untuk validasi konstruk, reliabilitas instrumen, dan efektivitas implementasinya.
Copyrights © 2026