Sistem Rekam Medis Elektronik (EHR) konvensional berbasis arsitektur terpusat menghadapi tiga tantangan fundamental: kerentanan kebocoran data akibat single point of failure, rendahnya interoperabilitas antar fasilitas kesehatan, serta minimnya kedaulatan pasien atas data medis pribadi. Penelitian ini mengimplementasikan prototipe sistem manajemen EHR berbasis private permissioned blockchain menggunakan Hyperledger Besu dengan konsensus IBFT 2.0 pada infrastruktur Amazon Web Services (AWS). Sistem dirancang dengan arsitektur hibrida on-chain/off-chain yang menggabungkan blockchain sebagai lapisan pencatatan data yang immutable dengan IPFS sebagai penyimpanan file terenkripsi. Kontrol akses ditegakkan melalui smart contract Solidity yang mengimplementasikan Role-Based Access Control (RBAC) untuk tiga peran: Dokter, Pasien, dan Asuransi. Penelitian ini menghasilkan dua kontribusi utama yang tidak ditemukan pada sistem pembanding, yaitu kontrol privasi granular per-file yang memungkinkan pasien menyembunyikan rekam medis tertentu tanpa mencabut seluruh izin akses, serta mekanisme penghapusan rekam medis berbasis dead pointer yang selaras dengan Permenkes Nomor 24 Tahun 2022. Selain itu, sistem dilengkapi dengan kemampuan upgrade smart contract tanpa kehilangan data menggunakan pola UUPS Proxy. Pengujian fungsional black-box menghasilkan seluruh kasus uji lulus, sedangkan pengujian performa menunjukkan throughput sistem jauh melampaui kebutuhan realistis skenario penggunaan, dengan latensi pengambilan data yang memenuhi standar layanan darurat medis.
Copyrights © 2026