Peningkatan jumlah lanjut usia (lansia) diikuti dengan meningkatnya risiko gangguan degeneratif, salah satunya nyeri sendi yang dapat menghambat aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup. Pemanfaatan bahan alam sebagai terapi komplementer dapat menjadi salah satu pendekatan pendukung dalam pengelolaan keluhan tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam memahami nyeri sendi serta penggunaan Sreiliman, yaitu kombinasi minyak serai (Cymbopogon citratus) dan andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.), sebagai terapi komplementer, sekaligus meningkatkan aktivitas fisik melalui senam lansia dan latihan gerakan sederhana untuk pencegahan stroke. Kegiatan dilaksanakan pada 21 Juli 2026 di Dusun 2 Pakkat Toruan, Desa Pakkat, dengan melibatkan 30 orang lansia. Metode kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, pengenalan dan demonstrasi penggunaan minyak Sreiliman, senam lansia, praktik gerakan pencegahan stroke, serta diskusi dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab sebelum dan sesudah penyuluhan serta observasi terhadap keterlibatan peserta dalam praktik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan secara aktif, memahami manfaat dan cara penggunaan Sreiliman sebagai terapi komplementer, serta mampu mempraktikkan penggunaannya secara mandiri. Peserta juga mampu mengikuti senam lansia dan melakukan gerakan sederhana untuk mendukung kebugaran dan pencegahan stroke. Kegiatan menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang disertai demonstrasi dan aktivitas fisik dapat meningkatkan pemahaman serta keterampilan lansia dalam melakukan upaya perawatan kesehatan secara mandiri. Kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkala dengan pemantauan oleh kader kesehatan dan kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, puskesmas, dan pemerintah desa.
Copyrights © 2024