Desa Maron, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo merupakan salah satu wilayah yang rawan mengalami krisis air bersih pada musim kemarau akibat menyusutnya ketersediaan air permukaan. Salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan air bersih di wilayah ini adalah dengan memanfaatkan potensi debit air tanah. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi debit air tanah, memproyeksikan kebutuhan air bersih hingga tahun 2044, serta merencanakan sistem jaringan distribusi air bersih di Desa Maron. Metode yang digunakan meliputi analisis data geolistrik pada tiga titik duga dengan pendekatan Hukum Darcy untuk mengetahui potensi debit air tanah, proyeksi jumlah penduduk dengan metode Geometrik, Aritmetika, dan Eksponensial yang diuji kesesuaiannya menggunakan standar deviasi dan koefisien korelasi, serta simulasi jaringan perpipaan menggunakan program WaterCAD V8i. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi debit air tanah pada titik duga terbaik (Maron-3) berkisar antara 1,553-5,826 liter/detik. Proyeksi penduduk terpilih menggunakan metode Aritmetika menghasilkan jumlah penduduk sebesar 2.350 jiwa pada tahun 2044, dengan kebutuhan air pada jam puncak sebesar 5,388 liter/detik, yang masih dapat dipenuhi oleh potensi debit air tanah yang tersedia. Perencanaan sistem jaringan distribusi menghasilkan 1 unit pompa submersible Grundfos SP 30-7 dengan head total 88,09 m dan 1 unit tandon berkapasitas efektif 750 m³ pada elevasi +112 mdpl. Hasil simulasi WaterCAD V8i menunjukkan seluruh parameter teknis berupa kecepatan aliran, headloss gradient, dan tekanan pada titik simpul telah memenuhi kriteria Peraturan Menteri PUPR No. 18 Tahun 2007.
Copyrights © 2026