Daerah aliran drainase Bareng berada di Kota Malang dan mengalami permasalahan genangan akibat perubahan tata guna lahan, keterbatasan kapasitas saluran, sedimentasi, sampah, serta belum optimalnya sistem pengaliran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas sistem drainase eksisting di Kelurahan Bareng menggunakan SWMM 5.1, mengidentifikasi saluran yang mengalami luapan pada hujan rancangan kala ulang 5 tahun, merancang alternatif penanganan genangan, serta menghitung kebutuhan biaya konstruksi. Analisis hidrologi menggunakan data hujan maksimum tahunan Stasiun Sukun dan Stasiun Universitas Brawijaya tahun 2012-2021. Curah hujan rancangan terpilih menggunakan Distribusi Log Pearson III dengan kala ulang 5 tahun sebesar 91,80 mm. Model dikalibrasi menggunakan Root Mean Square Error (RMSE) pada saluran C68 dengan nilai 0,000975 berdasarkan 13 data waktu pengamatan satu kejadian hujan. Hasil simulasi menunjukkan 14 saluran berada pada kondisi meluap atau mencapai kapasitas maksimum, yaitu C14, C16, C20, C22, C25, C36, C39, C40, C41, C47, C68, C69, C70, dan C71. Penanganan utama dilakukan melalui perbaikan dimensi saluran prioritas, disertai arahan pemeliharaan sedimentasi dan sampah, peningkatan fungsi inlet, serta penyelesaian sistem jacking. Total biaya perbaikan dimensi saluran sebesar Rp6.309.021.650.
Copyrights © 2026