Tanah pasiran memiliki kemampuan menahan air dan hara yang rendah sehingga dapat membatasi produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pupuk kandang sapi dan mikoriza terhadap pertumbuhan, status hara, perkembangan mikoriza, dan hasil jagung ketan pada tanah pasiran. Percobaan lapangan dilaksanakan pada Februari–Juli 2026 di Moncok Karya, Ampenan, Mataram, menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan lima perlakuan dan tiga ulangan: B0 (kontrol), B1 (10 t ha⁻¹ pupuk kandang sapi), B2 (3 t ha⁻¹ mikoriza), B3 (5 t ha⁻¹ pupuk kandang sapi + 1,5 t ha⁻¹ mikoriza), dan B4 (10 t ha⁻¹ pupuk kandang sapi + 3 t ha⁻¹ mikoriza). Perlakuan B4 memberikan respons terbaik di antara perlakuan yang diuji, dengan tinggi tanaman 164,88 cm dan jumlah daun 17,21 helai tanaman⁻¹ pada 56 HST. B4 juga menghasilkan N total tanah 4,100%, P tersedia 76,164 mg kg⁻¹, serta kadar N dan P tanaman masing-masing 0,194% dan 3,164 g kg⁻¹. Pada 65 HST, jumlah spora mencapai 5.014,00 spora 100 g⁻¹ tanah dengan kolonisasi akar 96,66%. Bobot tongkol segar dan kering tertinggi masing-masing mencapai 236,66 dan 100,33 g tanaman⁻¹. Dengan demikian, kombinasi 10 t ha⁻¹ pupuk kandang sapi dan 3 t ha⁻¹ mikoriza merupakan perlakuan paling efektif di antara kombinasi yang diuji untuk meningkatkan pertumbuhan, status hara, perkembangan mikoriza, dan hasil jagung ketan pada tanah pasiran.
Copyrights © 2026