Transformasi layanan pesan-antar makanan berbasis aplikasi telah mengubah komunikasi antara driver dan pelanggan dari interaksi langsung menjadi komunikasi yang dimediasi teknologi digital. Perubahan tersebut menghadirkan tantangan dalam penyampaian dan pemaknaan pesan karena interaksi berlangsung melalui fitur komunikasi yang terbatas serta bergantung pada respons pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pola komunikasi interpersonal digital antara driver dan pelanggan ShopeeFood di Kota Palembang serta mengidentifikasi hambatan komunikasi yang muncul selama proses layanan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan perspektif Social Information Processing (SIP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal digital berkembang melalui proses pertukaran informasi terkait pesanan dan pengantaran, pembentukan kesan berdasarkan kesopanan, responsivitas, dan profesionalitas, serta pengembangan relasi yang ditandai dengan munculnya kepercayaan dan kenyamanan. Proses tersebut menghadapi hambatan berupa gangguan jaringan, ketidakakuratan lokasi, keterlambatan respons, dan perbedaan pemaknaan pesan. Kebaruan penelitian terletak pada pemaknaan komunikasi layanan pesan-antar makanan sebagai proses pembentukan hubungan interpersonal digital, bukan sekadar pertukaran informasi transaksional antara driver dan pelanggan
Copyrights © 2026