Rumah Sakit Grestelina Kota Makassar telah menerapkan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) untuk mendukung pelayanan, namun keberhasilan implementasinya perlu dievaluasi dari sudut pandang perawat sebagai pengguna utama. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi persepsi kemudahan penggunaan (Perceived Ease of Use/PE) dan persepsi manfaat penggunaan (Perceived Usefulness/PU) SIMRS serta pengaruhnya terhadap penerimaan sistem (User Acceptance/UA) oleh perawat berdasarkan Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 133 perawat dari populasi 188 perawat, dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner Likert dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman serta regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan seluruh variabel berkorelasi positif signifikan (PE-UA rho=0,725; PU-UA rho=0,874; p<0,001). Secara simultan, PE dan PU berpengaruh signifikan terhadap UA sebesar 73,7% (R²=0,737; F=182; p<0,001), dengan PU sebagai prediktor dominan (β=0,774; p<0,001) dibandingkan PE (β=0,179; p=0,007). Persepsi manfaat penggunaan SIMRS memberikan kontribusi lebih besar terhadap penerimaan sistem oleh perawat dibandingkan persepsi kemudahan, sehingga pengembangan SIMRS sebaiknya diarahkan pada peningkatan manfaat fungsional sistem disertai penguatan pelatihan penggunaan bagi perawat. Kata Kunci: SIMRS, perawat, persepsi kemudahan, persepsi manfaat, technology acceptance model
Copyrights © 2026