Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penentuan kebutuhan prasarana gedung di SMA Negeri 1 Lembak serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, kepala sarana dan prasarana, serta guru. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penentuan kebutuhan prasarana gedung di SMA Negeri 1 Lembak berlangsung melalui lima tahapan utama, yaitu identifikasi kebutuhan, analisis kebutuhan, penentuan prioritas, penyusunan rencana kebutuhan, dan penetapan kebutuhan gedung. Setiap tahap mempertimbangkan kondisi fisik gedung, jumlah dan pemanfaatan ruang, kebutuhan pembelajaran, tingkat kerusakan, skala prioritas, serta kemampuan anggaran. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala sekolah, kerja sama pengelola sarana dan prasarana dengan pihak sekolah, tersedianya data kondisi gedung, serta dukungan anggaran atau bantuan pemerintah. Adapun hambatan meliputi keterbatasan anggaran, keterbatasan lahan, kerusakan gedung yang membutuhkan biaya besar, dan keterlambatan realisasi kebutuhan. Solusi yang dilakukan adalah menetapkan kebutuhan berdasarkan prioritas, menyesuaikan rencana dengan kemampuan anggaran, mengoptimalkan lahan dan fasilitas yang tersedia, mengusulkan bantuan pemerintah, serta melaksanakan pemenuhan kebutuhan secara bertahap.
Copyrights © 2026