Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kompetensi Tenaga Kependidikan Di SD IT Al Mubarok Palembang Nike Awaliyah Saputrie; M. Hasbi; Sri Eva Mislawaty
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5468

Abstract

Penelitian ini memiliki judul Strategi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kompetensi Tenaga Kependidikan di SD IT Al Mubarok Palembang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi tenaga kependidikan serta mengenali faktor-faktor yang mendukung dan menghambat peningkatan kompetensi tenaga kependidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Untuk mengumpulkan data, digunakan wawancara, observasi, serta dokumentasi, sedangkan untuk menganalisis data dilakukan dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil studi menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi tenaga kependidikan dilakukan melalui penguatan keterampilan administrasi, pelaksanaan monitoring kinerja secara berkala, supervisi langsung, serta pembinaan disiplin kerja berbasis nilai-nilai Islami. Faktor-faktor yang mendukung meliputi tersedianya sarana dan prasarana yang memadai, motivasi kerja tenaga kependidikan, dukungan yayasan dan lingkungan sekolah, serta kepemimpinan kepala sekolah yang efektif. Sementara itu, faktor-faktor yang menghambat mencakup keterbatasan sarana tertentu, perbedaan motivasi individu, beban kerja, dan keterbatasan penguasaan teknologi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah telah memanfaatkan strategi yang tepat dan berkelanjutan dalam meningkatkan kompetensi tenaga kependidikan sehingga berdampak positif terhadap mutu layanan pendidikan di sekolah.
Pelaksanaan Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SMA Muhammadiyah 2 Palembang M Deny Yussal Pratama; Kris Setyaningsih; Sri Eva Mislawaty
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya di SMA Muhammadiyah 2 Palembang. Program PHBS merupakan salah satu upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat melalui pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat bagi seluruh warga sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru, serta pihak terkait dalam pelaksanaan program PHBS. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program PHBS di SMA Muhammadiyah 2 Palembang telah berjalan melalui fungsi manajemen, yaitu koordinasi, motivasi, pengarahan, dan komunikasi. Koordinasi dilakukan melalui kerja sama antara kepala sekolah, guru, dan petugas UKS dalam penyediaan fasilitas serta pengaturan kegiatan kebersihan. Motivasi diberikan melalui keteladanan guru, pembiasaan perilaku sehat, dan pemberian arahan kepada siswa. Pengarahan dilakukan melalui penyampaian aturan dan pembinaan terkait kebersihan lingkungan sekolah, sedangkan komunikasi dilakukan melalui sosialisasi dan penyampaian informasi mengenai pentingnya PHBS. Faktor pendukung pelaksanaan program meliputi dukungan pihak sekolah, ketersediaan sarana dan prasarana, serta kerja sama warga sekolah. Adapun faktor penghambatnya yaitu masih kurangnya kesadaran sebagian siswa dalam menjaga kebersihan, keterlibatan guru yang belum merata, serta koordinasi yang belum optimal. Dengan demikian, diperlukan peningkatan kerja sama, pengawasan, dan pembiasaan secara berkelanjutan agar pelaksanaan program PHBS dapat berjalan lebih efektif dan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman.  
Proses Penentuan Kebutuhan Prasarana Gedung di SMA Negeri 1 Lembak Ria Purnama Sari; Kris Setyaningsih; Sri Eva Mislawaty
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penentuan kebutuhan prasarana gedung di SMA Negeri 1 Lembak serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, kepala sarana dan prasarana, serta guru. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penentuan kebutuhan prasarana gedung di SMA Negeri 1 Lembak berlangsung melalui lima tahapan utama, yaitu identifikasi kebutuhan, analisis kebutuhan, penentuan prioritas, penyusunan rencana kebutuhan, dan penetapan kebutuhan gedung. Setiap tahap mempertimbangkan kondisi fisik gedung, jumlah dan pemanfaatan ruang, kebutuhan pembelajaran, tingkat kerusakan, skala prioritas, serta kemampuan anggaran. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala sekolah, kerja sama pengelola sarana dan prasarana dengan pihak sekolah, tersedianya data kondisi gedung, serta dukungan anggaran atau bantuan pemerintah. Adapun hambatan meliputi keterbatasan anggaran, keterbatasan lahan, kerusakan gedung yang membutuhkan biaya besar, dan keterlambatan realisasi kebutuhan. Solusi yang dilakukan adalah menetapkan kebutuhan berdasarkan prioritas, menyesuaikan rencana dengan kemampuan anggaran, mengoptimalkan lahan dan fasilitas yang tersedia, mengusulkan bantuan pemerintah, serta melaksanakan pemenuhan kebutuhan secara bertahap.