Proyek rekondisi cooling tower memerlukan perencanaan dan pengendalian waktu yang efektif untuk mencegah keterlambatan yang dapat memengaruhi aktivitas berikutnya serta penyelesaian proyek secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan menentukan estimasi durasi proyek, mengidentifikasi aktivitas jalur kritis, menganalisis faktor penyebab keterlambatan, dan menyusun rekomendasi perbaikan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif pada proyek rekondisi cooling tower PT Bahana Andalan Pasti. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dan dokumentasi proyek. Analisis waktu dilakukan menggunakan metode Program Evaluation and Review Technique (PERT) dengan tiga estimasi waktu, yaitu optimis, paling mungkin, dan pesimis. Jaringan kerja Activity on Arrow (AOA) digunakan untuk menghitung forward pass, backward pass, slack, jalur kritis, dan probabilitas penyelesaian. Hasil penelitian menunjukkan durasi harapan 71 hari, jalur kritis A–B–C–F–G–H–I–J, serta probabilitas penyelesaian 98,87% dalam target 80 hari. Perbaikan yang direkomendasikan meliputi pemantauan aktivitas kritis, kesiapan material dan peralatan, penerapan SOP, serta peningkatan koordinasi antar departemen terkait secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026