Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Pengendalian Kualitas Berbasis Digital: Penerapan Metode Seven Tools dalam Menangani Krisis Reputasi dan Defek Produk pada Studi Kasus Viral PIK Baking House (Ci Mehong) Rian Saripudin; Tegar Anugerah Rusmana; Firman Adi Surya; Budiharjo
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.958

Abstract

Dalam era digital di mana viralitas menjadi mata uang utama pemasaran, mekanisme pengawasan kualitas dalam industri kuliner telah bergeser dari audit internal tertutup menjadi audit eksternal terbuka oleh pelanggan dan influencer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis krisis kualitas dan reputasi yang dialami oleh PIK Baking House (Ci Mehong) selama periode viral tahun 2025, dengan menerapkan metode Seven Basic Tools of Quality. Menggunakan pendekatan metode campuran (mixed-method), data kualitatif dari ulasan video viral (Tasyi Athasyia dan Shely Che) serta komentar publik dikonversi menjadi data kuantitatif melalui Check Sheet. Analisis Diagram Pareto mengungkapkan bahwa 75% dari total krisis disebabkan oleh dua faktor dominan: kegagalan sanitasi (kontaminasi fisik) dan respon manajemen yang defensif. Analisis Diagram Sebab-Akibat (Fishbone) mengidentifikasi akar masalah pada faktor lingkungan dapur yang tidak higienis dan ketiadaan standar prosedur operasional (SOP) dalam pengemasan. Selain itu, Histogram kualitas tekstur menunjukkan pola distribusi bi-modal yang mengindikasikan ketidakstabilan proses produksi yang ekstrem. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegagalan penanganan keluhan menciptakan fenomena Double Deviation, dan merekomendasikan integrasi analisis sentimen media sosial sebagai instrumen audit kualitas yang setara dengan inspeksi internal untuk pemulihan reputasi berkelanjutan.
Analisis Kinerja Mesin Treating 6 Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness di PT Taco Anugrah Corporindo Fajar Septyan; Budiharjo
Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 4 (2026): Edisi: Juli-September
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin Treating 6 di PT Taco Anugrah Corporindo dianalisis karena mengalami fluktuasi downtime dan kehilangan kecepatan selama tahun 2025. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas mesin menggunakan Overall Equipment Effectiveness (OEE), mengidentifikasi kerugian dominan melalui analisis Six Big Losses, serta menentukan prioritas perbaikan berdasarkan analisis sebab-akibat. Data produksi periode Januari–Desember 2025 dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata availability sebesar 92%, performance 81%, quality 99,98%, dan OEE 75%. Nilai OEE masih berada di bawah standar 85% akibat rendahnya nilai performance. Kerugian terbesar berasal dari idling and minor stop losses sebesar 53,56% dan breakdown losses sebesar 34,30% yang mencakup sekitar 88% total kerugian. Analisis penyebab menunjukkan gangguan sensor dan roller, prosedur respons gangguan yang belum seragam, pemeliharaan preventif yang belum optimal, variasi material, keterbatasan pencatatan gangguan, serta kondisi lingkungan kerja. Strategi perbaikan difokuskan pada digitalisasi pencatatan kerugian, optimalisasi preventive maintenance, standardisasi penanganan gangguan, inspeksi komponen kritis, dan peningkatan kompetensi operator.
Pengendalian Kualitas Unloading Sheet Steel Coil pada Shipping Yard dengan Metode RCA di PT. XYZ Rudi Maryani; Budiharjo
Punggawa Global Research: Jurnal Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2026): Punggawa Global Research: September
Publisher : Punggawa Legacy Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67707/pgr.v1i4.169

Abstract

PT XYZ adalah perusahaan industri baja yang memproduksi sheet steel coil. Pada proses  unloading di shipping yard masih ditemukan defect berupa Edge Over Oil (EOO), packing  sobek, scratch, rust, dan dent yang meningkatkan biaya penanganan serta menghambat proses  pengiriman. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi defect dominan, menganalisis akar  penyebabnya menggunakan Root Cause Analysis (RCA), serta menyusun usulan perbaikan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh  melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan data historis perusahaan periode Januari– Desember 2025. Analisis dilakukan menggunakan Diagram Pareto untuk menentukan defect  dominan, dilanjutkan dengan Fishbone Diagram dan teknik 5 Why untuk menelusuri akar  penyebab berdasarkan faktor man, method, material, machine, dan environment. Hasil penelitian menunjukkan 1.586 defect dari 33.220 unloading, dengan Edge Over Oil  (EOO) sebagai defect dominan (52,0%) diikuti packing sobek (39,3%). Akar penyebab EOO  adalah belum optimalnya pemanfaatan intermediate yard sebagai area settling, sedangkan akar  penyebab packing sobek adalah belum adanya jadwal inspeksi rutin terhadap rubber plate dan  cover saddle. Usulan perbaikan meliputi penyusunan aturan prioritas penyimpanan di  intermediate yard serta penerapan jadwal inspeksi rutin alat bantu handling, yang diharapkan  dapat menurunkan jumlah defect dan meningkatkan kualitas proses unloading.
Analisis Proses Rekondisi Cooling Tower oleh PT Bahana Andalan Pasti dengan Metode PERT Gunawan; Budiharjo; Yoka Mustopa
Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 4 (2026): Edisi: Juli-September
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek rekondisi cooling tower memerlukan perencanaan dan pengendalian waktu yang efektif untuk mencegah keterlambatan yang dapat memengaruhi aktivitas berikutnya serta penyelesaian proyek secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan menentukan estimasi durasi proyek, mengidentifikasi aktivitas jalur kritis, menganalisis faktor penyebab keterlambatan, dan menyusun rekomendasi perbaikan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif pada proyek rekondisi cooling tower PT Bahana Andalan Pasti. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dan dokumentasi proyek. Analisis waktu dilakukan menggunakan metode Program Evaluation and Review Technique (PERT) dengan tiga estimasi waktu, yaitu optimis, paling mungkin, dan pesimis. Jaringan kerja Activity on Arrow (AOA) digunakan untuk menghitung forward pass, backward pass, slack, jalur kritis, dan probabilitas penyelesaian. Hasil penelitian menunjukkan durasi harapan 71 hari, jalur kritis A–B–C–F–G–H–I–J, serta probabilitas penyelesaian 98,87% dalam target 80 hari. Perbaikan yang direkomendasikan meliputi pemantauan aktivitas kritis, kesiapan material dan peralatan, penerapan SOP, serta peningkatan koordinasi antar departemen terkait secara berkelanjutan.
Analisis Kualitas Produk HPL Dengan Metode Six Sigma Dan FMEA Pada Mesin Treating 5 Di PT. XYZ Deni Fazri; Budiharjo; Yoka Mustopa
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 4 (2026): October : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i4.1599

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan manufaktur High Pressure Laminate (HPL) yang kualitas produknya sangat dipengaruhi oleh proses treating pada Mesin Treating 5. Tingginya tingkat defect menimbulkan pemborosan bahan baku, kehilangan waktu produksi, dan peningkatan biaya operasional. Penelitian ini bertujuan menentukan tingkat kapabilitas proses melalui nilai DPMO dan sigma, menganalisis prioritas risiko kegagalan dengan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), serta menyusun usulan perbaikan untuk mengurangi defect. Data produksi periode Mei 2025-April 2026 dianalisis dengan Six Sigma, sedangkan data primer severity, occurrence, dan detection diperoleh melalui observasi serta wawancara dengan operator senior, leader, dan supervisor. Prioritas risiko ditetapkan berdasarkan Risk Priority Number (RPN), dilanjutkan analisis Pareto dan diagram sebab-akibat. Hasil penelitian menunjukkan total produksi 3.754.954 unit dengan 31.627 defect, nilai DPMO sebesar 2.106, dan tingkat sigma 4,36. Defect bintik hitam memiliki total RPN tertinggi sebesar 420, diikuti defect lengket sebesar 409; keduanya secara kumulatif mencakup 80,25% total risiko. Akar penyebab dominan terkait kebersihan area dan mesin, kontaminasi material, kelalaian pengaturan mattroll, serta ketidakstabilan suhu dryer. Usulan perbaikan meliputi checklist pemeriksaan roll, preventive maintenance dan cleaning terjadwal, penyaringan resin, standardisasi setting mattroll, serta kalibrasi dan pemeliharaan heater