Jurnal Kreativitas PKM
Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)

Pemberdayaan Kader dan Pendampingan Remaja Putri Dalam Penanggulangan Anemia di Desa Seulalah

Dewita Dewita (Poltekkes Kemenkes Aceh)
Maria Irwani (Poltekkes Kemenkes Aceh)
Nanda Norisa (Poltekkes Kemenkes Aceh)



Article Info

Publish Date
01 Oct 2026

Abstract

ABSTRAK Anemia masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering ditemukan pada remaja putri. Rendahnya kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah, kurangnya pengetahuan, dan belum optimalnya pemanfaatan Posyandu Remaja dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader serta melakukan pendampingan remaja putri dalam penanggulangan anemia di Desa Seulalah, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa. Kegiatan dilaksanakan pada 19–21 Juni 2026 dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui edukasi, pelatihan kader Posyandu Remaja, skrining anemia, pemberian tablet tambah darah, serta pendampingan konsumsi tablet tambah darah. Sasaran kegiatan terdiri atas 20 kader dan 45 remaja putri. Evaluasi pengetahuan kader dilakukan menggunakan pretest dan posttest, sedangkan keterampilan dinilai setelah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum edukasi, 90% kader memiliki pengetahuan kategori cukup dan 10% kategori kurang. Setelah kegiatan, 90% kader memiliki pengetahuan kategori baik dan 10% kategori cukup. Sebanyak 85% kader memiliki keterampilan sangat baik dalam pelaksanaan Posyandu Remaja. Hasil skrining terhadap 45 remaja putri menemukan remaja mengalami anemia dan selanjutnya diberikan tablet tambah darah serta pendampingan selama tujuh hari melalui kunjungan rumah dan WhatsApp. Hasil pendampingan menunjukkan seluruh remaja yang didampingi mengonsumsi tablet tambah darah secara teratur selama periode pemantauan. Pemberdayaan kader melalui edukasi, pelatihan, skrining, dan pendampingan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader serta mendukung kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah. Kegiatan ini perlu dilanjutkan melalui pengembangan kader sebaya dan penguatan Posyandu Remaja sebagai model pencegahan anemia yang berkelanjutan.  Kata Kunci: Anemia, Kader Kesehatan, Posyandu Remaja, Remaja Putri.   ABSTRACT Iron deficiency anemia remains a major public health problem among adolescent girls, particularly in low- and middle-income countries. Limited knowledge, poor adherence to iron and folic acid supplementation, and suboptimal utilization of Youth Integrated Health Posts (Posyandu Remaja) contribute to the high prevalence of anemia. Community empowerment through trained youth health volunteers is a promising strategy to strengthen anemia prevention and early detection. This community service program aimed to empower youth health volunteers and provide assistance for adolescent girls in preventing and controlling anemia in Seulalah Village, Langsa Lama District, Langsa City, Indonesia. A community empowerment approach was implemented from 19 to 21 June 2026 through health education, training on Youth Integrated Health Post services, hemoglobin screening, iron and folic acid tablet distribution, and follow-up mentoring. Twenty youth health volunteers participated in the education and training sessions, while 45 adolescent girls underwent anemia screening. Knowledge was assessed using pretest and posttest questionnaires, whereas volunteers' practical skills were evaluated after the training. Adolescent girls diagnosed with anemia received iron and folic acid tablets and were monitored for seven days through home visits and WhatsApp communication. Before the intervention, 90% of the volunteers had moderate knowledge and 10% had poor knowledge regarding anemia prevention. Following the program, 90% achieved good knowledge and 10% had moderate knowledge. Furthermore, 85% of the volunteers demonstrated excellent practical skills in conducting Youth Integrated Health Post activities. Hemoglobin screening identified anemia in the 45 adolescent girls, all of whom received iron and folic acid supplementation accompanied by follow-up mentoring. Monitoring results indicated that all participants completed the recommended supplementation during the seven-day follow-up period. Community empowerment through education, volunteer training, anemia screening, and follow-up mentoring effectively improved volunteers' knowledge and skills while supporting adherence to iron and folic acid supplementation among adolescent girls. Strengthening Youth Integrated Health Posts through trained peer volunteers has the potential to become a sustainable community-based strategy for preventing adolescent anemia.  Keywords: Adolescent Girls, Anemia, Community Empowerment, Youth Integrated Health Post.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

kreativitas

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada ...