Background: Long-Acting Reversible Contraception (LARC) methods are an effective strategy for improving reproductive health and preventing unplanned pregnancies. The success and sustained use of LARC are influenced by demographic and social factors, client characteristics, and the quality of healthcare services. Healthcare worker competence in providing counseling and facilitating evidence-based decision-making is crucial for enhancing LARC service quality. Implementing a prediction model for LARC usage success has the potential to help healthcare workers provide more targeted services; however, its utilization is currently hindered by limited knowledge and skills. Purpose: To enhance the knowledge and skills of healthcare workers in applying a prediction model for LARC usage success through structured, practical training. Method: This community service activity employed a participatory training approach grounded in evidence-based practice to improve healthcare worker competence in understanding and applying a prediction model for LARC usage success within family planning services. The activity took place on Thursday, January 17, 2026, at the service area of TPMB Hj. Hasmah in North Galesong Regency. Twenty healthcare workers participated in the activity. Respondent knowledge and understanding were assessed using a one-group pretest-posttest design, with questionnaires administered before (pretest) and after (posttest) the educational session. Knowledge was evaluated by comparing pretest and posttest results, while respondent proficiency was assessed through observations of simulations involving the practical application of the prediction model. The evaluation results were analyzed descriptively to assess the success of the education and training, interpret findings, identify counseling needs, and integrate predictive information into the family planning counseling process. Results: There was a proportional increase in the number of participants demonstrating a "good" level of knowledge following the educational activity, rising to 18 participants (90.0%), while 14 participants (70.0%) showed improved capabilities after the training session. The activity enhanced participants' understanding of the determinants of Long-Acting Reversible Contraception (LARC) success, their ability to interpret prediction models, and their skills in integrating prediction results into counseling and clinical decision-making. Conclusion: The community service activity comprising training on the application of a prediction model for LARC success was successfully conducted and positively impacted the capacity building of healthcare workers. The training proved effective in improving the knowledge, skills, and attitudes of healthcare workers regarding the identification of LARC success determinants and the integration of prediction results into counseling and clinical decision-making processes. Suggestion: Healthcare workers are encouraged to consistently apply the LARC success prediction model in family planning services and to enhance their competence through continuous learning and evidence-based practice. Healthcare facilities specifically TPMB Hasmah are encouraged to integrate the LARC success prediction model into their Standard Operating Procedures (SOPs) for family planning services to ensure the sustainability and consistency of its implementation. Keywords: Contraceptive methods; Family planning; Health worker training; LARC; Prediction model Pendahuluan: Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan strategi efektif dalam meningkatkan kesehatan reproduksi dan mencegah kehamilan tidak direncanakan. Keberhasilan dan keberlanjutan penggunaan MKJP dipengaruhi oleh faktor demografis, sosial, karakteristik klien, serta kualitas pelayanan kesehatan. Kompetensi tenaga kesehatan dalam melakukan konseling dan pengambilan keputusan berbasis bukti menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan MKJP. Penerapan model prediksi keberhasilan penggunaan MKJP berpotensi membantu tenaga kesehatan memberikan pelayanan yang lebih tepat sasaran, namun pemanfaatannya masih menghadapi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam menerapkan model prediksi keberhasilan penggunaan MKJP melalui pelatihan yang terstruktur dan aplikatif. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif berbasis evidence-based practice untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam memahami dan menerapkan model prediksi keberhasilan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) dalam pelayanan keluarga berencana (KB). Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 17 Januari 2026 yang bertempat di wilayah kerja TPMB Hj. Hasmah Kabupaten Galesong Utara. Peserta dalam kegiatan ini sebanyak 20 orang tenaga kesehatan. Pengukuran tingkat pengetahuan dan pemahaman responden dilakukan dengan pendekatan one group pretest and posttest design menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah kegiatan edukasi (posttest). Evaluasi pengetahuan dilakukan dengan membandingkan hasil pretest dan posttest, sedangkan untuk tingkat kemampuan responden di evaluasi berdasarkan observasi dari simulasi ketika melakukan praktik penggunaan model prediksi. Hasil evaluasi ini di analisa secara deskriptif untuk menilai keberhasilan kegiatan edukasi dan pelatihan menggunakan model prediksi, menginterpretasikan hasil, mengidentifikasi kebutuhan konseling, dan mengintegrasikan informasi prediktif ke dalam proses konseling KB. Hasil: Menunjukkan peningkatan secara proporsional untuk pengetahuan partisipan kategori baik sesudah kegiatan edukasi menjadi sebanyak 18 partisipan (90.0%) dan peningkatan kemampuan partisipan setelah kegiatan pelatihan menjadi sebanyak 14 partisipan (70.0%). Kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai faktor determinan keberhasilan MKJP, kemampuan menginterpretasikan model prediksi, serta keterampilan mengintegrasikan hasil prediksi dalam konseling dan pengambilan keputusan klinis. Simpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan penerapan model prediksi keberhasilan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) telah terlaksana dengan baik dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. Pelatihan ini terbukti meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap tenaga kesehatan dalam mengidentifikasi faktor determinan keberhasilan penggunaan MKJP serta mengintegrasikan hasil prediksi ke dalam proses konseling dan pengambilan keputusan klinis. Saran: Diharapkan agar tenaga kesehatan dapat menerapkan model prediksi keberhasilan MKJP secara konsisten dalam pelayanan keluarga berencana serta meningkatkan kompetensi melalui pembelajaran berkelanjutan dan praktik berbasis bukti. Fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya TPMB Hasmah, diharapkan dapat mengintegrasikan penerapan model prediksi keberhasilan MKJP ke dalam standar operasional prosedur (SOP) pelayanan KB sebagai upaya menjamin keberlanjutan dan konsistensi implementasinya.
Copyrights © 2026