Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pada konsentrasi berapa infus Daun pulutan (Urena lobata L) efektif sebagai antihiperglikemia terhadap tikus putih jantan yang diinduksi aloksan. Penelitian ini menggunakan 15 ekor tikus putih jantan yang dibagi atas 5 kelompok dan tiap kelompok terdiri dari 3 ekor tikus putih jantan, kelompok I, II, III, dan IV, masing-masing diberi aquadest, Infus daun pulutan 5% b/v, 7,5% b/v dan 10% b/v, sebagai kelompok perlakuan, dan untuk kelompok V diberi suspensi Glimepiride 0,0072% b/v sebagai pembanding. Digunakan aloksan 0,48% b/v sebagai penginduksi diabetes. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan sebanyak tiga kali yaitu pengukuran glukosa awal, pengukuran glukosa pasca induksi dan pengukuran glukosa setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian infus daun pulutan konsentrasi 5% b/v, 7,5% b/v dan 10% b/v memiliki efek antihiperglikemia tikus putih jantan. Infus daun pulutan 10% b/v menunjukkan efek antihiperglikemia paling efektif, tetapi masih lebih kecil dibandingkan suspensi Glimepirid 0,0072% b/v.
Copyrights © 2026