Topeng dheleng adalah salah satu varian topeng dalang yang berkembang di Sumenep, Madura, dengan seluruh pemeran laki-laki mengenakan topeng (tokop), sementara dialog seluruh tokoh disuarakan oleh seorang dalang. Berbeda dari kebanyakan topeng dalang berbasis cerita Panji di daerah lain, topeng dheleng memiliki dimensi ritual yang kuat karena senantiasa diakhiri dengan rokat pandhaba, yaitu ritual tolak bala. Penelitian kualitatif ini menganalisis pertunjukan topeng dheleng kelompok Rukun Perawas di Desa Semaan, Kecamatan Dasuk, Sumenep, sebagai ritual performance, menggunakan kerangka Victor Turner dan Richard Schechner. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, dokumentasi video, dan wawancara, lalu dianalisis secara deskriptif-induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa topeng dheleng menempati posisi cair antara passage rites dan calendrical rites, serta bergerak dalam kontinum efikasi-hiburan Schechner, tempat efikasi ritual rokat dan efikasi teatrikal pertunjukan saling menopang dan tidak dapat dipisahkan.Kata kunci: ritual performance; topeng dheleng; rokat pandhaba; Sumenep
Copyrights © 2026