Ulos merupakan kain tenun tradisional masyarakat Batak yang memiliki nilai budaya, sosial, dan simbolik yang tinggi. Kain ini tidak hanya digunakan sebagai pakaian adat, tetapi juga sebagai simbol kasih sayang, penghormatan, dan hubungan kekerabatan dalam kehidupan masyarakat Batak. Desa Silalahi II yang berada di Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara merupakan salah satu daerah penghasil ulos tradisional yang masih mempertahankan teknik tenun secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kearifan lokal dan keberlanjutan budaya penenun ulos di Desa Silalahi II. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi menenun ulos di desa tersebut tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan ekonomi masyarakat tetapi juga sebagai sarana pelestarian identitas budaya Batak. Kearifan lokal terlihat dari penggunaan teknik tenun tradisional, pemanfaatan pewarna alami dari tanaman lokal, serta keterlibatan perempuan sebagai pelaku utama dalam produksi ulos. Namun keberlanjutan budaya ini menghadapi tantangan seperti rendahnya minat generasi muda, keterbatasan pemasaran, dan perubahan gaya hidup masyarakat modern. Oleh karena itu diperlukan dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan untuk menjaga keberlangsungan tradisi menenun ulos sebagai warisan budaya.
Copyrights © 2026