Materi kimia seperti polimer seringkali diajarkan secara prosedural dan berorientasi hafalan, terlepas dari praktik ilmiah yang otentik, sehingga siswa jarang dilatih untuk menjelaskan fenomena, merancang penyelidikan, menginterpretasi bukti, dan menyusun argumen ilmiah. Polimer konduktif (misalnya polianilin, polipirol, dan politiofen) merupakan konteks sosiosaintifik yang aktual dan kontroversial, karena pemanfaatannya yang semakin luas pada elektronik fleksibel dan sensor diiringi oleh persoalan limbah elektronik yang terkait dengan proses doping redoks dan ikatan terkonjugasi pada rantai polimer. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pembelajaran berbasis Socioscientific Issues (SSI) pada topik polimer konduktif dalam meningkatkan kemampuan ilmiah siswa pada pembelajaran kimia. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group, melibatkan dua kelas siswa kelas XII SMA yang mempelajari materi polimer, yaitu kelas eksperimen yang dibelajarkan menggunakan model SSI berkonteks isu limbah elektronik berbasis polimer konduktif, dan kelas kontrol yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli dan tes kemampuan ilmiah yang mencakup empat indikator, yaitu menjelaskan fenomena secara ilmiah, merancang dan mengevaluasi penyelidikan ilmiah, menginterpretasi data dan bukti, serta mengomunikasikan argumen ilmiah berbasis bukti, kemudian dianalisis menggunakan indeks Aiken's V, uji N-Gain, dan uji t sampel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran dan instrumen berbasis SSI dinyatakan valid untuk digunakan, serta siswa pada kelas eksperimen mengalami peningkatan kemampuan ilmiah yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, dengan peningkatan terbesar pada indikator menjelaskan fenomena secara ilmiah dan peningkatan terkecil pada indikator argumentasi ilmiah. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa mengontekstualisasikan topik polimer konduktif dengan isu sosiosaintifik yang otentik dapat memperkuat kemampuan ilmiah siswa sekaligus menjadikan materi polimer yang abstrak lebih relevan dengan persoalan teknologi dan lingkungan yang nyata.
Copyrights © 2025