Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Vol 5 No 3 (2026): September

Pemetaan Kesiapan UMKM Menuju Sertifikasi Halal: Identifikasi Kendala dan Strategi Pendampingan Berkelanjutan

Hariyanto Hariyanto (Institut Agama Islam Negeri Parepare)
Badriani Baharuddin (Institut Agama Islam Negeri Parepare)
Andi Nurindah Sari (Institut Agama Islam Negeri Parepare)



Article Info

Publish Date
08 Sep 2026

Abstract

Kewajiban sertifikasi halal menempatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) makanan dan minuman pada posisi rentan akibat keterbatasan literasi regulasi, legalitas usaha, dan akses pendampingan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memetakan kesiapan UMKM menuju sertifikasi halal, mengidentifikasi kendala, serta merumuskan strategi pendampingan berkelanjutan. Kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui lima tahap: inkulturasi, pemetaan partisipatif, perumusan masalah bersama, penyusunan rencana aksi partisipatif, dan refleksi. Kegiatan berlangsung 18 Agustus–4 September 2026 di Kabupaten Wajo dan Pinrang, Sulawesi Selatan, melibatkan 23 pelaku UMKM makanan, minuman, dan jajanan. Data dikumpulkan melalui survei partisipatif, observasi, wawancara mendalam, dan diskusi reflektif, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan tematik menggunakan indeks kesiapan berbasis delapan indikator yang divalidasi bersama komunitas. Hasil menunjukkan hanya 13,0% UMKM memiliki NIB dan akun SIHALAL, serta 8,7% pernah mengikuti pelatihan SIHALAL; 78,3% belum pernah mengikuti sosialisasi halal. Rata-rata indeks kesiapan hanya 35,9%, dengan 73,9% tergolong belum siap. Kendala utama ialah belum memahami prosedur (52,2%), cara mendaftar (43,5%), dan SIHALAL (43,5%), bukan biaya (13,0%). Sebanyak 95,7% meyakini bahan baku halal, tetapi hanya 26,1% memiliki ketertelusuran pemasok. Sebanyak 91,3% bersedia didampingi. Rencana aksi meliputi pendampingan berbasis klaster kesiapan, integrasi layanan NIB, dan kader pendamping halal desa.

Copyrights © 2026