Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan bahan baku kedelai menggunakan metode Just in Time (JIT) pada Pabrik Tahu Uli di Kabupaten Tapanuli Utara. Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah terjadinya kelebihan persediaan bahan baku yang menyebabkan meningkatnya biaya penyimpanan dan menurunkan efisiensi operasional. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Analisis dilakukan dengan menghitung jumlah pesanan rata-rata, biaya pemesanan, biaya penyimpanan, total biaya persediaan, serta menentukan kuantitas pemesanan optimal menggunakan metode Just in Time (JIT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kebutuhan bahan baku kedelai selama tahun 2025 sebesar 8.255 kg dengan frekuensi pemesanan sebanyak 24 kali dan jumlah pesanan rata-rata sebesar 343,96 kg per pesanan. Total biaya persediaan sebelum penerapan metode JIT sebesar Rp 2.431.250 per tahun. Setelah diterapkan metode JIT dengan kuantitas pemesanan optimal sebesar 85,99 kg per pengiriman, total biaya persediaan dapat ditekan menjadi Rp 1.215.625 per tahun. Dengan demikian, penerapan metode Just in Time mampu menghasilkan penghematan biaya persediaan sebesar Rp 1.215.625 atau sekitar 50% dibandingkan sistem yang digunakan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Just in Time efektif dalam meningkatkan efisiensi pengendalian persediaan bahan baku melalui pengurangan jumlah persediaan yang disimpan di gudang tanpa mengganggu kelancaran proses produksi.
Copyrights © 2026