Pesantren, sebagai benteng tradisi keilmuan Islam, menghadapi tantangan besar dari disrupsi digital yang membawa risiko hoaks, ujaran kebencian, hingga stigma negatif. Pengabdian ini bertujuan mentransformasi santri Pesantren Al-Hasani Ma’arif Lombok Timur menjadi subjek aktif dan kreatif di ruang digital melalui peningkatan literasi media dan penguatan dakwah moderasi. Metode yang digunakan adalah Asset Based Community Development (ABCD), yang berfokus pada pemanfaatan aset dan potensi internal pesantren, termasuk sumber daya santri, pengasuh, dan fasilitas. Kegiatan utama meliputi pelatihan intensif literasi media kritis, dan pendampingan moderasi dakwah. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman santri mengenai etika digital dan kemampuan menyusun narasi tandingan (counter-narrative) terhadap isu-isu sensitif. Literasi media yang terintegrasi dengan nilai moderasi berhasil menumbuhkan kecerdasan kritis religius dan karakter digital yang bertanggung jawab. Program ini berhasil menghasilkan sejumlah konten dakwah digital yang sejuk dan informatif, menjadikan santri sebagai Duta Moderasi di media sosial. Pengabdian ini merekomendasikan keberlanjutan program melalui pembentukan tim dakwah digital permanen di pesantren.
Copyrights © 2026