Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

USE OF TIKTOK SOCIAL MEDIA IN CONTENT PREACHING TGH. LALU AHMAD ZAENURI Mohammad Alawi; Sahril Halim
TASAMUH : Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 23 No. 2 (2025): TRANSFORMASI DAKWAH ISLAM DI ERA DIGITAL, BUDAYA, DAN MASYARAKAT GLOBAL
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/tasamuh.v23i2.13991

Abstract

The rapid development of digital technology and social media has significantly transformed communication patterns in society, including Islamic preaching (da’wah) activities. TikTok, as a short-video–based social media platform, offers great potential for disseminating Islamic values in an effective and wide-reaching manner. This study aims to analyze the utilization of TikTok as a medium for spreading Islamic values through the da’wah content of Tuan Guru Haji (TGH.) Lalu Ahmad Zaenuri. This research employs a qualitative approach using qualitative content analysis. The data were collected through non-participant observation and documentation of ten selected da’wah videos from the TikTok account @TuanGuruZaenuri. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that TGH. Lalu Ahmad Zaenuri effectively utilizes TikTok as a da’wah medium by presenting concise, communicative, and contextually relevant messages aligned with everyday life. The Islamic values conveyed encompass aspects of faith (aqidah), worship (ibadah), morality (akhlaq), social values, and spirituality. The use of simple language, occasional incorporation of the local Sasak language, and diverse preaching locations serve as distinctive characteristics that enhance audience engagement. Furthermore, TikTok’s interactive features enable two-way communication and facilitate the formation of digital religious communities. This study concludes that TikTok functions not only as an entertainment platform but also as an effective medium for Islamic da’wah in the digital era.
Penguatan literasi media dan dakwah moderasi santri di Pesantren Al-Hasani Ma'arif Lombok Timur Mohammad Alawi
ALPATIH: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): September
Publisher : Alpatih Harapan Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/

Abstract

Pesantren, sebagai benteng tradisi keilmuan Islam, menghadapi tantangan besar dari disrupsi digital yang membawa risiko hoaks, ujaran kebencian, hingga stigma negatif. Pengabdian ini bertujuan mentransformasi santri Pesantren Al-Hasani Ma’arif Lombok Timur menjadi subjek aktif dan kreatif di ruang digital melalui peningkatan literasi media dan penguatan dakwah moderasi. Metode yang digunakan adalah Asset Based Community Development (ABCD), yang berfokus pada pemanfaatan aset dan potensi internal pesantren, termasuk sumber daya santri, pengasuh, dan fasilitas. Kegiatan utama meliputi pelatihan intensif literasi media kritis, dan pendampingan moderasi dakwah. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman santri mengenai etika digital dan kemampuan menyusun narasi tandingan (counter-narrative) terhadap isu-isu sensitif. Literasi media yang terintegrasi dengan nilai moderasi berhasil menumbuhkan kecerdasan kritis religius dan karakter digital yang bertanggung jawab. Program ini berhasil menghasilkan sejumlah konten dakwah digital yang sejuk dan informatif, menjadikan santri sebagai Duta Moderasi di media sosial. Pengabdian ini merekomendasikan keberlanjutan program melalui pembentukan tim dakwah digital permanen di pesantren.