Penelitian ini didasari sebuah fenomena model pembelajaran konvensional berbasis SCL yang diterapkan mahasiswa kini dipandang sebagai skema belajar yang tidak relevan lagi. Namun, setelah dikaji lebih jauh, pola pembelajaran tersebut tidak selamanya kaku dan monoton, tergantung bagaimana dosen dan mahasiswa dapat membangun konstruk pembelajaran secara lebih bernilai. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penerapan model pembelajaran konvensional berdasarkan minat belajar mahasiswa sebagai upaya retrospeksi terhadap stigma buruk model tersebut. Pendekatan penelitian ini menerapkan kuantitatif dengan statistik deskriptif, melalui angket sebagai instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran konvensional melalui perpaduan positif SCL dan LCL dengan penguatan pembelajaran aktif berdasarkan minat belajar mahasiswa telah berdampak baik. Uji statistik menunjukkan sebesar 67,83% keterlaksanaan model ini (kategori tinggi). Penelitian ini merekomendasikan agar seluruh sivitas akademika dan masyarakat akademis secara umum tidak serta-merta menyatakan model pembelajaran konvensional tersebut tidak relevan lagi untuk diterapkan. Namun, harus bijak dalam mengintegrasikan model-model pembelajaran secara proporsional dan sesuai konteks kebutuhan.
Copyrights © 2026