Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model pembelajaran flipped classroom berbasis kasus dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar mahasiswa. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen non-equivalent control group pretest-posttest. Sampel terdiri atas 80 mahasiswa, dengan 40 mahasiswa pada kelas eksperimen yang mengikuti flipped classroom berbasis kasus dan 40 mahasiswa pada kelas kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan menggunakan tes esai untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dan kuesioner yang diadaptasi dari Self-Directed Learning Readiness Scale untuk mengukur kemandirian belajar. Hasil MANCOVA menunjukkan bahwa flipped classroom berbasis kasus berpengaruh signifikan secara simultan terhadap kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar (p < 0.001; Pillai’s Trace = 0.582). N-Gain kemampuan berpikir kritis pada kelas eksperimen sebesar 0.68, lebih tinggi daripada kelas kontrol sebesar 0.39. Kemandirian belajar juga meningkat lebih tinggi pada kelas eksperimen (0.67) dibandingkan kelas kontrol (0.27). Uji ANCOVA menunjukkan pengaruh signifikan dengan effect size besar pada kedua variabel. Temuan ini menunjukkan bahwa flipped classroom berbasis kasus lebih efektif daripada pembelajaran konvensional dalam mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar mahasiswa serta mendukung implementasi outcome-based education melalui optimalisasi LMS dalam pembelajaran.
Copyrights © 2026