Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Storytelling dalam meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VI SD Negeri 2 Tugu Harum serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas VI dan guru Bahasa Indonesia. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru Bahasa Indonesia, dan siswa, serta dokumentasi. Data dianalisis secara tematik melalui pengodean, kategorisasi, perbandingan antarsumber, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Storytelling yang dilaksanakan melalui pemilihan cerita kontekstual, penggunaan media visual sederhana, penyampaian ekspresif dan interaktif, diskusi, refleksi, serta evaluasi berkaitan dengan peningkatan perhatian, partisipasi, rasa ingin tahu, dan kesenangan belajar. Persentase indikator yang diamati meningkat dari rentang 15–30% pada kondisi awal menjadi 80–95% pada tahap kedua. Faktor pendukung meliputi kreativitas guru, respons siswa, dan dukungan sekolah, sedangkan hambatan utama berupa keterbatasan waktu dan media visual. Temuan ini menunjukkan bahwa Storytelling dapat menjadi strategi pembelajaran Bahasa Indonesia yang kontekstual dan partisipatif di sekolah dasar.
Copyrights © 2026