Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi kepala madrasah dalam mengupayakan beasiswa perguruan tinggi bagi siswa kelas XII, menganalisis faktor pendukung dan penghambat, serta dampaknya di MA Darunnajah 2 Cipining Bogor. Penelitian menggunakan metode kombinasi (mixed methods) desain concurrent embedded dengan pendekatan kualitatif deskriptif jenis studi kasus sebagai metode primer dan pendekatan kuantitatif deskriptif sebagai metode pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman serta diuji melalui triangulasi, member checking, dan perpanjangan pengamatan. Hasil penelitian menyimpulkan tiga hal: (1) strategi kepala madrasah merupakan perwujudan terpadu fungsi EMASLIM dalam tujuh aspek, dengan kurikulum integratif TMI–nasional sebagai strategi inti, dilengkapi sosialisasi beasiswa dan pendampingan teknis untuk menghapus hambatan informasi dan administratif; (2) faktor pendukung meliputi identitas kelembagaan, kultur pengabdian pendidik, motivasi siswa, dukungan Yayasan Darunnajah, dan jaringan alumni, sedangkan penghambat berupa padatnya jadwal, kesenjangan kesiapan siswa, keterbatasan internet, dan kendala dokumen kependudukan; (3) strategi ini berdampak pada perubahan budaya akademik, diterimanya 66 dari 121 siswa kelas XII (54,5%) melalui jalur SPAN-PTKIN, SNBP, UM-PTKIN, beasiswa Al-Azhar Kairo, dan jalur mandiri, serta penguatan iklim belajar yang menghasilkan multiplier effect institusional.
Copyrights © 2026