Mastery of the flat service technique in table tennis requires precise motor coordination, yet the learning outcomes of Grade X students at SMA Negeri 13 Ambon remain low due to conventional teacher-centered learning methods. This study aims to analyze the improvement of flat service learning outcomes in table tennis through the implementation of the problem-based learning (PBL) model. The research method used was Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles comprising planning, acting, observing, and reflecting stages. The research subjects were 25 Grade X students of SMA Negeri 13 Ambon (13 male and 12 female students). Data were collected using performance assessment rubrics covering cognitive, psychomotor, and affective domains. The data analysis in Cycle I revealed that 13 students achieved mastery, resulting in a classical mastery rate of 52.00%, while 12 students (48.00%) remained unmastered with a class mean score of 71.00. Following action improvements integrated with PBL syntax in Cycle II, student learning outcomes increased significantly, where all 25 students achieved individual mastery, resulting in 100.00% classical mastery and an increased class mean score of 82.00. Based on these findings, it can be concluded that the implementation of the problem-based learning model is effective in improving the flat service learning outcomes in table tennis among Grade X students at SMA Negeri 13 Ambon. ABSTRAK Penguasaan teknik service flat dalam permainan tenis meja membutuhkan koordinasi gerak yang presisi, namun hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 13 Ambon masih tergolong rendah akibat penggunaan metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan hasil belajar service flat tenis meja melalui penerapan model problem-based learning (PBL). Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) desain Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus (perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi). Subjek penelitian terdiri atas 25 siswa kelas X SMA Negeri 13 Ambon (13 siswa putra dan 12 siswa putri). Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes observasi rubrik penilaian unjuk kerja aspek kognitif, psikomotor, dan afektif. Hasil analisis data pada Siklus I menunjukkan bahwa sebanyak 13 siswa tuntas secara individu dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 52,00%, sedangkan 12 siswa (48,00%) belum tuntas dengan nilai rata-rata kelas 71,00. Setelah dilakukan perbaikan tindakan berbasis sintaks PBL pada Siklus II, hasil belajar siswa meningkat signifikan di mana seluruh siswa sebanyak 25 orang tuntas secara individu dengan ketuntasan klasikal mencapai 100,00% dan nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 82,00. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran problem-based learning terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar service flat tenis meja pada siswa kelas X SMA Negeri 13 Ambon.
Copyrights © 2026