This study aims to examine the effectiveness of Kashta-based group counseling in improving emotional regulation among junior high school students at Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Saudi Arabia. Emotional regulation is a crucial skill for adolescents, particularly in multicultural school settings. Problems observed at SIJ include difficulties controlling emotions, a tendency to dwell on negative feelings, feelings of inadequacy in social interactions, anxiety about speaking in front of the class, and an inability to calm down quickly. This study employed a quantitative approach with a pretest-posttest control group design. The research subjects were 26 seventh-grade students divided into an experimental group (n=13) and a control group (n=13). A 15-item valid emotional regulation scale (Cronbach's α=0.762) was used as the instrument, developed based on Gross's (2015) Process Model of Emotion Regulation. Paired sample t-test results showed a significant improvement in the experimental group (t=-17.646; p=0.000), while the independent sample t-test of posttest scores revealed a significant difference between groups (t=-12.221; p=0.000). Normalized gain (N-Gain) analysis showed an effectiveness rate of 79.14% (effective category) in the experimental group compared to 14.73% (ineffective category) in the control group. These findings demonstrate that Kashta-based group counseling is effective in improving emotional regulation among junior high school students in the Indonesian diaspora environment. The practical implications support the development of culturally sensitive counseling services in Indonesian schools abroad. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas bimbingan kelompok berbasis kashta dalam meningkatkan regulasi emosi siswa SMP di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Arab Saudi. Regulasi emosi merupakan keterampilan penting yang perlu dikembangkan pada remaja, terutama pada lingkungan sekolah multikultural. Masalah regulasi emosi yang ditemukan di SIJ antara lain kesulitan menahan emosi, kecenderungan larut dalam perasaan negatif, rasa minder dalam interaksi sosial, kecemasan berbicara di depan kelas, serta ketidakmampuan menenangkan diri secara cepat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest control group design. Subjek penelitian adalah 26 siswa kelas VII SMP SIJ yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (n=13) dan kelompok kontrol (n=13). Instrumen yang digunakan berupa skala regulasi emosi dengan 15 item valid (Cronbach's α=0,762) yang dikembangkan berdasarkan teori Process Model of Emotion Regulation Gross (2015). Hasil uji paired sample t-test menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen (t=-17,646; p=0,000), sedangkan uji independent sample t-test pada skor posttest menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (t=-12,221; p=0,000). Analisis normalized gain (N-gain) menunjukkan tingkat efektivitas 79,14% (kategori efektif) pada kelompok eksperimen dibandingkan 14,73% (kategori tidak efektif) pada kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa bimbingan kelompok kashta efektif dalam meningkatkan regulasi emosi siswa SMP di lingkungan diaspora Indonesia. Implikasi praktis penelitian ini mendukung pengembangan layanan bimbingan dan konseling yang sensitif terhadap budaya lokal pada sekolah Indonesia di luar negeri.
Copyrights © 2026