Reri Saputra
Universitas Negeri Surabaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

REBT Counseling for Indonesian Diaspora Junior High School Students from Arab Indonesian Multicultural Families at Sekolah Indonesia Jeddah Reri Saputra; Kamalatan Nihaya
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v8i1.23700

Abstract

This study explores the application of Rational Emotive Behavioral Therapy (REBT) in addressing the fear of speaking Indonesian among two Indonesian diaspora junior high school students from Arab Indonesian multicultural families at Sekolah Indonesia Jeddah. The problem examined in this study is not merely related to linguistic ability, but rather to psychological factors, particularly feelings of shame and fear of being mocked, which are rooted in irrational beliefs about social evaluation. This study aims to describe the process and outcomes of REBT counseling in modifying students’ irrational beliefs, emotional responses, and speaking behaviors. A qualitative approach with a multiple case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews, observation of counseling sessions, and documentation of counseling records. The counseling process was conducted through pre-intervention assessment, REBT-based intervention using the ABCDE model, and post-intervention evaluation. The findings indicate that REBT counseling facilitated meaningful changes in students’ cognitive and emotional patterns, marked by increased emotional awareness, a shift from reactive to reflective emotional responses, and the development of more adaptive beliefs toward speaking Indonesian. These cognitive and emotional changes were followed by behavioral improvements, as students gradually demonstrated greater confidence and willingness to communicate in Indonesian. The study concludes that REBT is an effective counseling approach for addressing language-related social anxiety in multicultural school settings and highlights its practical relevance for guidance and counseling services in Indonesian schools abroad.
EFEKTIVITAS KONSELING MULTIBUDAYA BERBASIS ART THERAPY DALAM REGULASI EMOSI SISWA SMP Reri Saputra; Najlatun Naqiyah; Ari Khusumadewi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.9353

Abstract

Multicultural school environments require guidance and counseling services that are responsive to cultural diversity and students’ emotional dynamics. Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), as an Indonesian school abroad, accommodates junior high school students from diverse cultural backgrounds, which may contribute to emotional regulation challenges. This study aims to explore the role of multicultural counseling based on art therapy in supporting changes in students’ emotional regulation at Sekolah Indonesia Jeddah. The study employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through in-depth interviews with students, observations of counseling sessions, documentation of art therapy artifacts, and supporting interviews with guidance counselors and homeroom teachers. The research was conducted through three stages: pre-intervention (needs assessment), intervention in the form of multicultural counseling using art therapy, and post-intervention. Data were analyzed thematically to identify patterns of change in emotional regulation. The findings indicate improvements in emotional awareness, a shift from reactive to reflective emotional responses, the development of more adaptive emotional regulation strategies, more constructive management of social conflicts, and more positive interpretations of multicultural experiences. These findings suggest that integrating art therapy into multicultural counseling serves as an effective expressive and reflective medium for enhancing students’ emotional regulation. This study provides practical implications for the development of inclusive and culturally sensitive guidance and counseling services in multicultural school settings. ABSTRAK Lingkungan sekolah multibudaya menuntut layanan bimbingan dan konseling yang mampu merespons keberagaman latar budaya dan dinamika emosi siswa secara adaptif. Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) sebagai sekolah Indonesia di luar negeri memiliki karakteristik siswa SMP yang heterogen, sehingga berpotensi memunculkan permasalahan regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk memaknai peran konseling multibudaya berbasis art therapy dalam mendukung perubahan regulasi emosi siswa SMP di Sekolah Indonesia Jeddah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan siswa, observasi proses konseling, dokumentasi artefak art therapy, serta wawancara pendukung dengan guru bimbingan dan konseling dan wali kelas. Penelitian dilaksanakan melalui tahapan pra-intervensi (asesmen kebutuhan), intervensi berupa konseling multibudaya berbasis art therapy, dan pasca-intervensi. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola perubahan regulasi emosi siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kesadaran emosi, pergeseran respons emosi dari reaktif ke reflektif, berkembangnya strategi regulasi emosi yang lebih adaptif, pengelolaan konflik sosial yang lebih konstruktif, serta pemaknaan yang lebih positif terhadap pengalaman multibudaya. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi art therapy dalam konseling multibudaya berfungsi sebagai media ekspresif dan reflektif yang efektif dalam mendukung regulasi emosi siswa. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengembangan layanan bimbingan dan konseling yang inklusif dan sensitif budaya di lingkungan sekolah multikultural.  
EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK KASHTA UNTUK MENINGKATKAN REGULASI EMOSI SISWA SMP DI SEKOLAH INDONESIA JEDDAH Reri Saputra; Ari Khusumadewi; Retno Tri Hariastuti
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13612

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of Kashta-based group counseling in improving emotional regulation among junior high school students at Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Saudi Arabia. Emotional regulation is a crucial skill for adolescents, particularly in multicultural school settings. Problems observed at SIJ include difficulties controlling emotions, a tendency to dwell on negative feelings, feelings of inadequacy in social interactions, anxiety about speaking in front of the class, and an inability to calm down quickly. This study employed a quantitative approach with a pretest-posttest control group design. The research subjects were 26 seventh-grade students divided into an experimental group (n=13) and a control group (n=13). A 15-item valid emotional regulation scale (Cronbach's α=0.762) was used as the instrument, developed based on Gross's (2015) Process Model of Emotion Regulation. Paired sample t-test results showed a significant improvement in the experimental group (t=-17.646; p=0.000), while the independent sample t-test of posttest scores revealed a significant difference between groups (t=-12.221; p=0.000). Normalized gain (N-Gain) analysis showed an effectiveness rate of 79.14% (effective category) in the experimental group compared to 14.73% (ineffective category) in the control group. These findings demonstrate that Kashta-based group counseling is effective in improving emotional regulation among junior high school students in the Indonesian diaspora environment. The practical implications support the development of culturally sensitive counseling services in Indonesian schools abroad. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas bimbingan kelompok berbasis kashta dalam meningkatkan regulasi emosi siswa SMP di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Arab Saudi. Regulasi emosi merupakan keterampilan penting yang perlu dikembangkan pada remaja, terutama pada lingkungan sekolah multikultural. Masalah regulasi emosi yang ditemukan di SIJ antara lain kesulitan menahan emosi, kecenderungan larut dalam perasaan negatif, rasa minder dalam interaksi sosial, kecemasan berbicara di depan kelas, serta ketidakmampuan menenangkan diri secara cepat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest control group design. Subjek penelitian adalah 26 siswa kelas VII SMP SIJ yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (n=13) dan kelompok kontrol (n=13). Instrumen yang digunakan berupa skala regulasi emosi dengan 15 item valid (Cronbach's α=0,762) yang dikembangkan berdasarkan teori Process Model of Emotion Regulation Gross (2015). Hasil uji paired sample t-test menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen (t=-17,646; p=0,000), sedangkan uji independent sample t-test pada skor posttest menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (t=-12,221; p=0,000). Analisis normalized gain (N-gain) menunjukkan tingkat efektivitas 79,14% (kategori efektif) pada kelompok eksperimen dibandingkan 14,73% (kategori tidak efektif) pada kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa bimbingan kelompok kashta efektif dalam meningkatkan regulasi emosi siswa SMP di lingkungan diaspora Indonesia. Implikasi praktis penelitian ini mendukung pengembangan layanan bimbingan dan konseling yang sensitif terhadap budaya lokal pada sekolah Indonesia di luar negeri.    
EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK KASHTA UNTUK MENINGKATKAN REGULASI EMOSI SISWA SMP DI SEKOLAH INDONESIA JEDDAH Reri Saputra; Ari Khusumadewi; Retno Tri Hariastuti
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13612

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of Kashta-based group counseling in improving emotional regulation among junior high school students at Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Saudi Arabia. Emotional regulation is a crucial skill for adolescents, particularly in multicultural school settings. Problems observed at SIJ include difficulties controlling emotions, a tendency to dwell on negative feelings, feelings of inadequacy in social interactions, anxiety about speaking in front of the class, and an inability to calm down quickly. This study employed a quantitative approach with a pretest-posttest control group design. The research subjects were 26 seventh-grade students divided into an experimental group (n=13) and a control group (n=13). A 15-item valid emotional regulation scale (Cronbach's α=0.762) was used as the instrument, developed based on Gross's (2015) Process Model of Emotion Regulation. Paired sample t-test results showed a significant improvement in the experimental group (t=-17.646; p=0.000), while the independent sample t-test of posttest scores revealed a significant difference between groups (t=-12.221; p=0.000). Normalized gain (N-Gain) analysis showed an effectiveness rate of 79.14% (effective category) in the experimental group compared to 14.73% (ineffective category) in the control group. These findings demonstrate that Kashta-based group counseling is effective in improving emotional regulation among junior high school students in the Indonesian diaspora environment. The practical implications support the development of culturally sensitive counseling services in Indonesian schools abroad. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas bimbingan kelompok berbasis kashta dalam meningkatkan regulasi emosi siswa SMP di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Arab Saudi. Regulasi emosi merupakan keterampilan penting yang perlu dikembangkan pada remaja, terutama pada lingkungan sekolah multikultural. Masalah regulasi emosi yang ditemukan di SIJ antara lain kesulitan menahan emosi, kecenderungan larut dalam perasaan negatif, rasa minder dalam interaksi sosial, kecemasan berbicara di depan kelas, serta ketidakmampuan menenangkan diri secara cepat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest control group design. Subjek penelitian adalah 26 siswa kelas VII SMP SIJ yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (n=13) dan kelompok kontrol (n=13). Instrumen yang digunakan berupa skala regulasi emosi dengan 15 item valid (Cronbach's α=0,762) yang dikembangkan berdasarkan teori Process Model of Emotion Regulation Gross (2015). Hasil uji paired sample t-test menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen (t=-17,646; p=0,000), sedangkan uji independent sample t-test pada skor posttest menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (t=-12,221; p=0,000). Analisis normalized gain (N-gain) menunjukkan tingkat efektivitas 79,14% (kategori efektif) pada kelompok eksperimen dibandingkan 14,73% (kategori tidak efektif) pada kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa bimbingan kelompok kashta efektif dalam meningkatkan regulasi emosi siswa SMP di lingkungan diaspora Indonesia. Implikasi praktis penelitian ini mendukung pengembangan layanan bimbingan dan konseling yang sensitif terhadap budaya lokal pada sekolah Indonesia di luar negeri.