Early literacy is a fundamental skill that young children need before progressing to more complex reading and writing. Observations and interviews conducted at TK Kartika IV-80 and KB TK Afkar revealed that many children aged 5-6 years were still unable to name familiar letter symbols or understand the relationship between sounds and letter shapes, while the learning media available at both institutions were limited mainly to magazines and had not meaningfully integrated the local wisdom of Malang City. This study aimed to develop a Pop Up Book “Aksima” that is valid and appropriate for use as an interactive, locally-rooted medium to stimulate children's early literacy. This study employed the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The resulting product is a Pop Up Book that expands to A3 size when opened, consisting of six pages covering local cultural content of Malang City, equipped with a QR code linking to instructional videos and various interactive activities such as arranging letters, matching pictures, and role play. Validation results showed the media scored 87.5 from material experts, 92.5 from media experts, and 100 from user validators (teachers), all in the “Very Feasible” category. The small-group trial scored 94 and the large-group trial scored 91, both also categorized as “Very Feasible”. Based on these findings, the Pop Up Book “Aksima” is a feasible, concrete, interactive, and enjoyable alternative learning medium for stimulating early literacy in children aged 5-6 years. ABSTRAK Keaksaraan awal merupakan fondasi penting bagi anak usia dini sebelum memasuki tahap membaca dan menulis yang lebih kompleks. Hasil observasi dan wawancara di TK Kartika IV-80 dan KB TK Afkar menunjukkan bahwa sebagian anak usia 5-6 tahun belum mampu menyebutkan simbol-simbol huruf serta memahami hubungan antara bunyi dan bentuk huruf, sementara media pembelajaran yang tersedia masih terbatas pada majalah dan belum mengintegrasikan kearifan lokal Kota Malang secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media Pop Up Book “Aksima” yang layak digunakan sebagai media interaktif berbasis kearifan lokal untuk menstimulasi keaksaraan awal anak. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Produk yang dihasilkan berupa Pop Up Book berukuran A3 saat dibuka, terdiri atas enam halaman materi kearifan lokal Kota Malang (Tugu Malang, Topeng Malangan, Tari Topeng Malangan, Kayutangan Heritage, Alun-Alun Kota Malang, dan Bakso Malang), dilengkapi QR code berisi video materi serta berbagai aktivitas interaktif seperti menyusun huruf, mencocokkan gambar, dan bermain peran. Hasil validasi menunjukkan media memperoleh skor 87,5 dari ahli materi, 92,5 dari ahli media, dan 100 dari pengguna (pendidik), yang seluruhnya berkategori “Sangat Layak”. Uji coba kelompok kecil memperoleh skor 94 dan uji coba kelompok besar memperoleh skor 91, keduanya juga berkategori “Sangat Layak”. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media Pop Up Book “Aksima” layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang konkret, interaktif, dan menyenangkan untuk menstimulasi keaksaraan awal anak usia 5-6 tahun, khususnya dalam mengenal simbol huruf dan memahami hubungan antara bunyi dan bentuk huruf.
Copyrights © 2026