Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di wilayah marginal menghadapi tantangan ganda berupa standarisasi akreditasi sembilan kriteria dan disrupsi digital. Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) di STAIRUA Sampang memerlukan perencanaan strategis yang presisi untuk mengubah keterbatasan geografis menjadi keunggulan kompetitif. Penelitian ini bertujuan merumuskan prioritas strategi pengembangan prodi melalui integrasi analisis SWOT dan Analytic Hierarchy Process (AHP). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus eksplanatori dengan pelibatan pakar (expert judgment). Data dianalisis melalui matriks SWOT untuk formulasi strategi dan AHP untuk penentuan prioritas matematis. Analisis AHP menunjukkan bahwa Akreditasi (65%) menjadi prioritas utama, diikuti oleh Literasi Digital SDM (25%) dan Infrastruktur (10%). Strategi S-O (Optimalisasi Kurikulum & Kerja Sama Eksternal) memiliki bobot tertinggi (0,48) sebagai langkah akselerasi mutu. Keberhasilan pengembangan prodi di daerah terpencil tidak bergantung pada ekspansi fisik, melainkan pada lompatan mutu (leapfrogging) melalui tata kelola berbasis digital. Nilai Consistency Ratio (CR) sebesar 0,06 membuktikan bahwa model pengambilan keputusan ini valid dan konsisten secara ilmiah.
Copyrights © 2026