Efisiensi daya listrik mengacu pada seberapa efisien suatu sistem atau perangkat dalam mengubah energi listrik menjadi bentuk energi yang diinginkan tanpa banyak kehilangan energi dalam bentuk panas atau suara. Semakin tinggi efisiensi daya listrik, maka semakin sedikit energi yang terbuang, dan semakin besar jumlah energi yang diubah menjadi bentuk yang berguna. Mesin unit C menunjukkan rentang efisiensi daya yang dihasilkan sekitar 60% hingga sekitar 97%. Unit Y mempunyai efisiensi daya sekitar 34,88% dan 37,81%. Sedangkan unit K mempunyai efisiensi daya sekitar 45,58% dan 62,19%. Unit M menunjukkan efisiensi daya sekitar 26,98%. Dari total 23 genset, genset yang menghasilkan daya listrik tertinggi adalah unit 12 yang menghasilkan daya sebesar 974,21 kW. Generator yang menghasilkan daya listrik paling rendah adalah mesin K 1 unit yang menghasilkan daya sebesar 269,85 kW. Meskipun sebagian besar unit memiliki kapasitas daya yang tinggi, namun beberapa unit memerlukan evaluasi lebih lanjut mengenai ketersediaan dan kondisi operasionalnya. Analisis penggunaan bahan bakar menyoroti pengaruh faktor-faktor seperti desain mesin, teknologi pembakaran, dan pengaturan operasional terhadap konsumsi bahan bakar. Rata-rata penggunaan bahan bakar pada unit mesin diesel PLTD adalah SFC (Specific Fuel Oil Consumption) sebesar 0,27 liter/kWh untuk mesin C. Mesin diesel Y, M, K rata-rata menggunakan bahan bakar sebesar 0,25 liter/kWh. Mesin dengan rasio daya per liter bahan bakar yang tinggi menunjukkan efisiensi yang baik dalam mengubah bahan bakar menjadi energi listrik. Hasil ini dapat memberikan wawasan berharga bagi penyedia layanan listrik untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pengelolaan sumber daya. Kata Kunci : Efisiensi Daya, Pembangkit Listrik, Energi Listrik
Copyrights © 2025