QURANICUM: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Vol. 2 No. 2 (2025)

Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir

Zamakhsyari Bin Hasballah Thaib (Universitas Dharmawangsa)



Article Info

Publish Date
30 Dec 2025

Abstract

In the study of ushûl al-tafsir, among the most important things in discussing the basics of interpretation is establishing the concept of mufassir. This is because without understanding this issue, it will greatly affect the understanding of the character of the person doing the interpretation, as well as their criteria and unique characteristics of their work. In the past, studies on the levels of commentators, known as Thabaqât al-Mufassirin, were widely discussed to determine the levels of commentators and the criteria that distinguish who belongs to this group and who does not. Unfortunately, this concept has not received adequate attention in the study of turath, and even contemporary efforts to address this issue are still limited and often face various challenges. This paper aims to present a critical analysis in formulating the concept of a commentator, so that the forms of commentary work that make someone worthy of being recognized as a commentator can be identified. On the other hand, the division of commentators and their levels based on the working methods they applied will be discussed. This research is based on a literature study with a critical analytical approach. Among the findings of this research, there are two main points: (1) There are diverse forms of interpretation work, each of which is not of equal degree, encompassing various categories such as the producer of interpretive works (muntij al-tafsir), the editor (muharrir al-tafsir), the collector (jami’ li al-tafsir), the summarizer (mukhtashir al-tafsir), the explainer (syârih li al-tafsir), the teacher of tafsir (muallim al-tafsir), and the transmitter of tafsir (nâqil li al-Tafsir); (2) The term "mufassir" has a wide range of tolerance in its usage, where mufassir can be generally categorized into two groups: practical and participatory mufassir. Abstrak: Dalam kajian Ushul tafsir diantara hal yang paling utama dalam pembahasan dasar penafsiran adalah menetapkan konsep mufassir. Hal ini dikarenakan tanpa memahami isu ini akan sangat berpengaruh terhadap pemahaman mengenai karakter orang yang melakukan tafsir serta kriteria dan ciri khas pekerjaan mereka. Di masa lalu kajian mengenai tingkatan para mufassir yang dikenal dengan sebutan Thabaqât al-Mufassirin banyak dibahas dengan tujuan untuk menentukan tingkatan mufassir dan kriteria yang membedakan siapa yang termasuk dalam golongan ini dan siapa yang tidak. Sayangnya, konsep ini belum mendapat perhatian yang memadai dalam kajian turats, bahkan upaya-upaya kontemporer yang berupaya membahas masalah ini masih terbatas serta sering menghadapi berbagai tantangan. Tulisan ini bertujuan untuk mengemukakan analisis kritis dalam merumuskan konsep mufassir, sehingga dapat diidentifikasi bentuk-bentuk pekerjaan tafsir yang membuat seseorang layak diakui sebagai mufassir. Di sisi lain, akan dibahas pembagian para mufassir dan tingkatan mereka berdasarkan metode kerja yang diterapkan. Penelitian ini berbasis studi pustaka dengan pendekatan analitis kritis. Di antara hasil penelitian ini, terdapat dua poin utama: (1) Ada beragam bentuk amal penafsiran yang masing - masing tidak berada dalam derajat yang sama, yang mencakup berbagai kategori seperti penghasil karya penafsiran (muntij al-tafsir), penjelas perbedaan antara pemahaman yang benar dan yang lemah (muharrir al-tafsir), pengumpul materi tafsir (jami’ li al-tafsir), peringkas karya tafsir (mukhtashir al-tafsir), penjelas karya tafsir (syarih li al-tafsir), pengajar tafsir (muallim al-tafsir), dan penyampai tafsir (nâqil li al-Tafsir); (2) Istilah mufassir memiliki banyak ruang untuk toleransi dalam penggunaannya, dimana mufassir dapat dikategorikan dalam dua kelompok secara umum, yaitu mufassir praktis dan mufassir partisipatif.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

quranicum

Publisher

Subject

Description

QURANICUM: Journal of Qur’anic and Hadith Studies is a peer-reviewed, biannual journal (June and December) published by the Master’s Program in Qur’anic and Tafsir Studies, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia. The journal publishes original research articles and critical ...