Tinggi gelombang signifikan (Hs) merupakan indikator utama dalam memantau kondisi laut dan keselamatan aktivitas kelautan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model prediksi Hs menggunakan algoritma Long Short-Term Memory (LSTM) dengan pendekatan seleksi fitur berbasis korelasi Spearman. Analisis ini tidak hanya digunakan untuk melihat hubungan antarvariabel, tetapi juga secara eksplisit berfungsi sebagai langkah seleksi fitur untuk menentukan prediktor paling relevan bagi model LSTM. Data diperoleh dari Automatic Weather Station (AWS) milik BMKG untuk periode 2022–2025 yang mencakup berbagai parameter meteorologi dan oseanografi. Seleksi fitur dilakukan untuk mengidentifikasi variabel paling berpengaruh terhadap Hs. Hasil analisis menunjukkan kecepatan angin memiliki korelasi tertinggi (0,98), diikuti oleh suhu air laut, tinggi muka air, kelembaban relatif, dan arah angin. Variabel terpilih digunakan sebagai input pada model LSTM multivariat. Evaluasi model menggunakan Mean Squared Error (MSE), Mean Absolute Error (MAE), dan koefisien determinasi (R²). Hasil menunjukkan MSE sebesar 0,00076, MAE sebesar 0,0179, dan R² sebesar 0,9666. Nilai ini menunjukkan bahwa model memiliki akurasi tinggi dan mampu merepresentasikan pola fluktuasi Hs secara baik. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi seleksi fitur Spearman dan LSTM efektif untuk prediksi tinggi gelombang, serta berpotensi diterapkan dalam sistem pemantauan gelombang di wilayah pesisir Indonesia.
Copyrights © 2025