Penurunan terumbu karang di Indonesia mencapai 30% dalam kategori kritis akibat perubahan parameter oseanografi. Penelitian ini mengembangkan model prediksi kerusakan terumbu karang menggunakan algoritma CART dengan pendekatan kuantitatif dan kerangka kerja CRISP-DM berbasis data sekunder daring. Data meliputi suhu permukaan laut, klorofil-a (MODIS Aqua), pH, dan salinitas (NOAA WOD CMEMS) periode 2019–2023. Pra-pemrosesan dilakukan melalui penanganan nilai hilang, deteksi outlier, dan normalisasi Min-Max. Model CART dibangun dengan pembagian data 80:20 dan validasi silang 10-fold. Hasil menunjukkan suhu laut paling berpengaruh (45%), diikuti pH (28%), klorofil-a (17%), dan salinitas (10%). Akurasi model mencapai 87,3% dengan precision 0,85, recall 0,84, dan F1-score 0,84. Peta distribusi spasial menunjukkan potensi kerusakan tinggi pada wilayah dengan SST 29°C dan pH 7,8. Model ini berpotensi menjadi sistem peringatan dini konservasi terumbu karang berbasis risiko spasial.
Copyrights © 2025