Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Perceived Parental Differential Treatment terhadap harga diri pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian berjumlah 272 remaja berusia 12–21 tahun yang memiliki minimal satu saudara kandung serta tinggal bersama orang tua dan saudara kandung. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Perceived Parental Differential Treatment berdasarkan teori Daniels dan Plomin (1985) serta skala harga diri berdasarkan teori Coopersmith (1967). Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linear sederhana untuk mengetahui peran Perceived Parental Differential Treatment terhadap harga diri remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peran yang signifikan antara Perceived Parental Differential Treatment terhadap harga diri remaja. Arah hubungan yang ditemukan bersifat negatif, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi remaja terhadap adanya perlakuan berbeda dari orang tua dibandingkan saudara kandung, maka semakin rendah tingkat harga diri yang dimiliki. Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman interaksi dalam keluarga memiliki kontribusi penting terhadap pembentukan evaluasi diri remaja. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa orang tua perlu menerapkan pola pengasuhan yang lebih responsif, adil, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak melalui komunikasi terbuka serta dukungan emosional untuk membantu perkembangan harga diri remaja secara positif.
Copyrights © 2026