Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dengan burnout pada guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 77 guru SLB yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen skala Self-Compassion Scale berdasarkan konsep Neff (2003) dan skala burnout berdasarkan konsep Maslach dan Jackson (1981). Analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi Spearman’s rho karena data penelitian tidak memenuhi asumsi normalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara self-compassion dengan burnout pada guru SLB. Hubungan yang diperoleh memiliki arah negatif, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan guru dalam menerapkan self-compassion, maka kecenderungan mengalami burnout semakin rendah. Sebaliknya, rendahnya kemampuan menerima dan memahami diri sendiri berkaitan dengan meningkatnya risiko mengalami kelelahan psikologis akibat tuntutan pekerjaan. Temuan ini menunjukkan bahwa self-compassion merupakan salah satu faktor psikologis yang dapat membantu guru SLB dalam menghadapi tekanan pekerjaan yang kompleks. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pengembangan kemampuan self-compassion melalui pelatihan penerimaan diri, regulasi emosi, dan pengelolaan stres dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis guru serta mencegah terjadinya burnout dalam lingkungan kerja pendidikan khusus.
Copyrights © 2026