Penciptaan karya akhir ini bertujuan untuk mewujudkan kriya ukir meja hias yang mengangkat motif ragam hias Kerinci serta memanfaatkan kayu pohon teh. Karya ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian budaya Kerinci, sekaligus mendorong pengolahan limbah kayu teh menjadi produk seni yang kreatif, fungsional, dan bernilai jual. Proses penciptaan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu: 1) Eksplorasi, tahap pengumpulan informasi dan pengetahuan yang diperlukan, mencakup ide, gagasan, dan referensi karya; 2) Perancangan, tahap pengembangan ide hasil analisis ke dalam desain dua dimensi dan tiga dimensi; 3) Perwujudan, tahap realisasi ide, konsep, landasan, dan rancangan menjadi tujuh karya kriya ukir meja hias. Ketujuh karya tersebut adalah Duo Selampit, Si Matoharai, Kacan Balimbon, Naguri Lahaek, Empak Tampok Nio, Patah Tumbuh, dan Kluk Pakau. Seluruh karya dipamerkan dan didokumentasikan dalam bentuk laporan karya akhir.
Copyrights © 2026