Pengembangan sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor strategis dalam meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan publik kepolisian, khususnya di tingkat Polsek sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi pengembangan SDM, faktor pendukung dan penghambat, strategi pengembangan SDM yang diterapkan, serta arah dan model strategi pengembangan SDM yang berkelanjutan di Polsek Rambah Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap informan utama dan pendukung, yaitu Perwakilan Pimpinan Polsek Rambah, Perwakilan Bagian SDM Polres Rokan Hulu, dan Perwakilan Pimpinan Polres Rokan Hulu. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan SDM di Polsek Rambah masih didominasi oleh pelatihan formal dari satuan atas dan pembinaan informal berbasis pengalaman lapangan, serta belum terencana secara sistematis di tingkat Polsek. Faktor pendukung utama meliputi dukungan kepemimpinan, pengalaman kerja, dan solidaritas anggota, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan personel, tingginya beban tugas operasional, keterbatasan anggaran dan kewenangan, serta literasi teknologi yang belum merata. Penelitian ini merekomendasikan model strategi pengembangan SDM yang kontekstual, terencana, dan berkelanjutan dengan mengintegrasikan prinsip pengembangan SDM, manajemen strategis, pembelajaran organisasi, dan kepemimpinan adaptif.
Copyrights © 2025