Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menelaah berbagai strategi yang telah diimplementasikan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat di Desa Batu Parigi, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah. Fokus utama kajian diarahkan pada pemanfaatan dana desa yang berfungsi sebagai instrumen penting dalam menggerakkan beragam program pemberdayaan. Selain itu, penelitian ini berusaha menilai secara lebih mendalam sejauh mana alokasi serta pengelolaan dana desa mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kapasitas sosial, ekonomi, dan kelembagaan masyarakat setempat. Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif dengan dukungan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung di lapangan, penyebaran kuesioner terstruktur, serta telaah dokumen yang berkaitan dengan pelaksanaan program desa. Responden penelitian berjumlah 99 orang, terdiri atas 53 laki-laki dan 46 perempuan yang merupakan penduduk tetap Desa Batu Parigi. Seluruh data yang diperoleh dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif dan inferensial guna memetakan pola pengaruh sekaligus menilai signifikansi hubungan antara pemanfaatan dana desa dan proses pemberdayaan masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengelolaan dana desa memberikan dampak sosial yang cukup kuat dalam proses pemberdayaan masyarakat. Program-program yang teridentifikasi berhasil dijalankan meliputi pelatihan keterampilan vokasional dan kewirausahaan, pelaksanaan musyawarah desa yang lebih partisipatif, pendampingan intensif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) maupun kelompok tani, penyediaan akses terhadap permodalan serta informasi pasar, hingga peningkatan kapasitas aparatur desa dalam perencanaan dan pengelolaan kegiatan pemberdayaan. Temuan penelitian ini juga memperlihatkan adanya korelasi positif yang signifikan antara efektivitas penggunaan dana desa dengan peningkatan kemandirian, partisipasi, serta kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat. Artinya, semakin baik transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa, maka semakin besar pula kontribusinya terhadap penguatan kapasitas masyarakat secara menyeluruh. Berdasarkan hasil tersebut, dapat ditegaskan bahwa dana desa tidak hanya berperan pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi instrumen fundamental dalam memperkuat struktur sosial-ekonomi melalui program produktif seperti pelatihan kewirausahaan, pengembangan sarana ekonomi, dan penguatan organisasi masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pentingnya penguatan sistem pengawasan, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta literasi keuangan desa agar pemanfaatan dana desa di masa mendatang dapat berlangsung lebih efektif dan berkelanjutan. This research explores the role of village funds in strengthening community empowerment in Batu Parigi Village, Tobadak District, Central Mamuju. The study emphasizes how fund allocation and management contribute to improving social, economic, and institutional capacities within the local community. A quantitative design was applied, combining field observation, structured questionnaires, and document analysis. The sample consisted of 99 permanent residents, including 53 men and 46 women. Data were processed using descriptive and inferential analysis to examine both the patterns and the significance of relationships between the use of village funds and empowerment outcomes. The results indicate that village funds have positively influenced empowerment initiatives, particularly through skill development training, participatory village forums, support for MSMEs and farmer groups, access to financial and market resources, and capacity-building for village officials. The findings further confirm a significant positive relationship between transparent and effective fund management and improvements in independence, participation, and socio-economic welfare of the community. Overall, village funds function not only as a driver of physical development but also as a strategic tool to strengthen social and economic resilience. Strengthening monitoring systems, enhancing institutional skills, and improving financial literacy are recommended to ensure sustainability and effectiveness in future village fund management.
Copyrights © 2026